Rabu, 17 Juni 2026 09:09

Wapres Gibran: Kuasai AI, Jaga Etika, Wujudkan Indonesia Emas 2045

Editor : Editor JF
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence/AI Melalui kanal YouTube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, Selasa (16/6/2026). @jejakfaktacom/Ist.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence/AI Melalui kanal YouTube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, Selasa (16/6/2026). @jejakfaktacom/Ist.

Wapres Gibran optimistis bahwa penguasaan AI merupakan kunci penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Jejakfakta.com - JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tengah pesatnya transformasi digital.

Melalui kanal YouTube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan hari ini. Ia mengajak generasi muda, pendidik, hingga orang tua untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut menguasai dan memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak.

Dalam tayangannya, Gibran menyebut AI dapat menjadi alat yang mempercepat proses belajar, mendorong kreativitas, dan membuka peluang tanpa batas bagi generasi muda Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, semangat belajar, dan kemauan untuk terus berinovasi.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Promosikan Potensi Daerah di Malaysia, Dorong Kolaborasi Dakwah Moderat dan Teknologi AI

"Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ujar Gibran.

Ia menekankan bahwa AI sebaiknya digunakan sebagai asisten pribadi untuk mempermudah pembelajaran, bukan sebagai alat untuk bermalas-malasan atau menggantikan daya pikir kritis.

Wapres Gibran juga menyoroti peran penting para guru dan orang tua dalam mendampingi generasi muda. Para pendidik didorong untuk terus meningkatkan kompetensi digital agar tidak canggung menghadapi teknologi. Dengan menguasai AI, guru dapat memangkas beban administratif dan lebih fokus pada pembentukan karakter serta sisi humanis dalam pengajaran.

Baca Juga : Pemkot Makassar dan Muhammadiyah Sepakati Penguatan Kurikulum Pendidikan Agama di Sekolah Dasar

Sementara kepada orang tua, Gibran berpesan untuk ikut mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi. "Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi, tapi kita sebagai orang tua tertinggal di bawah dan tidak tahu apa yang mereka akses," pesannya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gibran menegaskan bahwa etika adalah fondasi yang tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, teknologi tanpa etika berpotensi membawa dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, plagiarisme, hingga pelanggaran privasi.

"Kuasai teknologinya, pegang teguh integritasnya. Teknologi tanpa etika itu berbahaya," ujarnya.

Baca Juga : Tanamkan Semangat Nasionalisme, Wali Kota Munafri: Pemerintah Harus Cepat, Akurat, dan Nasionalis

Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan AI secara bijak guna menciptakan solusi, memperluas manfaat, dan membangun Indonesia yang lebih maju, cerdas, serta bermartabat.

Wapres Gibran optimistis bahwa penguasaan AI merupakan kunci penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah sendiri telah mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan Readiness Assessment Methodology dari UNESCO untuk mengukur kesiapan dan tata kelola AI di Indonesia.

"Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," pungkas Gibran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Wakil Presiden #Gibran #artificial intelligence #AI
Youtube Jejakfakta.com