Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa melakukan panen bersama di kawasan urban farming Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Tallo, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol penguatan ketahanan pangan perkotaan sekaligus bukti bahwa keterbatasan lahan di wilayah padat penduduk bukan hambatan untuk menciptakan sumber pangan dan ekonomi baru.

Dalam kunjungan tersebut, Munafri Arifuddin meninjau langsung berbagai inovasi warga, mulai dari kebun sayur, kolam ikan, kandang ayam, hingga pemanfaatan teknologi lingkungan seperti biopori dan eco enzyme.
Baca Juga : Kabut Asap Selimuti Makassar, Penggunaan Obat Gangguan Pernapasan di RSUD Daya Naik 80 Persen

Menurutnya, konsep urban farming membuktikan bahwa lahan terbatas di perkotaan dapat dioptimalkan menjadi ruang produktif yang menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, juga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, urban farming dapat dikembangkan di berbagai ruang kecil seperti pekarangan rumah, halaman kosong, hingga media vertikal di dinding bangunan.
Baca Juga : Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Siapkan Solusi dan Antisipasi Musim Hujan di Makassar
Camat Tallo Andi Husni menjelaskan bahwa kawasan urban farming di Tammua tidak hanya berfungsi sebagai area budidaya, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan.
Di lokasi tersebut, warga mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan sampah organik dalam satu kawasan terpadu.
“Konsepnya tidak hanya menanam, tapi juga mengelola lingkungan secara menyeluruh. Ada pengolahan sampah, peternakan, sampai budidaya ikan,” jelasnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Raih Grand Baznas Award 2026, Targetkan Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Kawasan ini juga dirancang untuk mendukung program Sentra Tukar Sampah yang akan segera diluncurkan, sebagai bagian dari ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Tallo menargetkan pengembangan sekitar 50 titik urban farming yang tersebar di berbagai kelurahan. Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Selain itu, kawasan tersebut juga akan dikembangkan menjadi pasar tani mingguan, tempat warga menjual hasil pertanian dan produk UMKM lokal.
Baca Juga : Appi Paparkan Inovasi Perlindungan Pekerja Rentan di Jamsostek Award 2026
Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa turut mendorong keterlibatan keluarga, khususnya perempuan, dalam pengembangan urban farming sebagai sumber pendapatan tambahan rumah tangga.
Menurutnya, model pertanian perkotaan ini dapat memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong inovasi berbasis masyarakat. Urban farming di Tammua menjadi contoh nyata bagaimana lahan terbatas dapat diubah menjadi sumber pangan, ekonomi, dan edukasi lingkungan secara terpadu. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



