Jejakfakta.com, MAKASSAR – Upaya memperkuat layanan kesehatan primer di tingkat masyarakat terus didorong melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Sebanyak 80 kader Posyandu dari 16 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Maccini Sombala mendapat pelatihan sekaligus dukungan sarana kesehatan dari PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD).
Kegiatan bertajuk Workshop Kader Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sombala ini digelar di Madrid Hall, Akkarena, Jumat (26/6), sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) GMTD melalui pilar Tangguh dalam inisiatif grup Lippo Untuk Indonesia PASTI (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen).

Mengusung tema "Kompetensi Kader Posyandu dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat", workshop difokuskan pada penguatan kemampuan kader dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer, mulai dari pelayanan ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia sesuai enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
Baca Juga : GMTD Genap 28 Tahun, Rayakan Kemerdekaan dengan Berbagi untuk 125 Anak Panti
Chief Operating Officer GMTD, Jemmy Andreas Persang, mengatakan pembangunan kawasan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kualitas masyarakat yang tinggal di dalamnya.
"Kami percaya pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Puskesmas Maccini Sombala, kami berharap para kader Posyandu semakin siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih berkualitas bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Jemmy, workshop ini juga menjadi wadah bagi para kader untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung program kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Maccini Sombala.
Baca Juga : 28 Tahun GMTD, CSR Hadir Lewat 84 Set Bangku Sekolah dan 134 Kantong Darah
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Maccini Sombala, St. Hamsia, menilai kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
"Peningkatan kompetensi kader merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Dukungan dunia usaha seperti GMTD menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," katanya.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Makassar. Namchar Kautshar, membawakan materi mengenai pentingnya kompetensi kader dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif yang berkualitas.
Baca Juga : Pekan Ibu Menyusui Dunia 2026, TP PKK Makassar Bekali 300 Ibu Hamil dan Kader Edukasi ASI Eksklusif
Sementara Nuraeni, menyampaikan materi tentang keterampilan pendampingan ibu hamil dan menyusui, mencakup edukasi gizi, pemberian ASI eksklusif, pemantauan kesehatan ibu dan bayi, hingga upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Diskusi interaktif selama pelatihan juga dimanfaatkan para kader untuk berbagi pengalaman lapangan sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap operasional Posyandu, GMTD menyerahkan 16 timbangan bayi dan 16 timbangan dewasa kepada seluruh Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Maccini Sombala.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri Forum Nasional ADINKES, Dorong Penguatan Kolaborasi Layanan Kesehatan
Melalui kegiatan tersebut, GMTD berharap kader Posyandu semakin berperan sebagai agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian penyakit di tingkat komunitas.
Bagi GMTD, kolaborasi dengan pemerintah, institusi kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kawasan yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki masyarakat yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




