Jejakfakta.com, MAKASSAR – Aksi unjuk rasa damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa Pelajar Peduli Rakyat Papua (FSMP-PRP) di Kota Makassar, Senin (29/6/2026), diwarnai bentrokan yang mengakibatkan sejumlah peserta aksi mengalami luka.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan FSMP-PRP, massa mulai berkumpul di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan IV. Sebelum aksi dimulai, mereka telah melihat kehadiran personel kepolisian dan aparat gabungan yang melakukan pemantauan di sekitar lokasi sejak pukul 08.00 Wita.

Sekitar pukul 13.35 Wita, massa memulai longmarch menuju Monumen Mandala, titik aksi yang sebelumnya telah disepakati. Sepanjang perjalanan di Jalan Lanto Daeng Pasewang, peserta aksi melakukan orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan pengawalan koordinator lapangan.
Baca Juga : 104 Orang Ditangkap Usai Penggerebekan Kampung Narkoba di Makassar

Namun, menurut penyelenggara, sekitar 20 meter dari kawasan Kodim Hasanuddin dan Polsek Mamajang, rombongan aksi diadang oleh sekelompok orang yang disebut berasal dari organisasi masyarakat Brigade Muslim Indonesia (BMI).
Massa aksi kelompok tersebut merusak spanduk serta perlengkapan demonstrasi dan melakukan penyerangan menggunakan batu. Akibat insiden itu, seorang peserta aksi mengalami luka sobek di bagian kepala, sementara beberapa lainnya mengalami luka ringan di tangan dan kaki.
Bentrok berlangsung selama beberapa menit sebelum aparat kepolisian datang ke lokasi. Dalam keterangannya, FSMP-PRP menyebut polisi juga melepaskan gas air mata untuk membubarkan situasi yang memanas.
Baca Juga : Posko Warga Bara-Baraya Diserang, Empat Orang Luka dan Satu Mahasiswa Masih Ditahan
Setelah kondisi kembali kondusif, massa berupaya melanjutkan longmarch menuju Monumen Mandala. Namun, mereka kembali dihentikan aparat kepolisian.
Koordinator lapangan kemudian melakukan negosiasi agar aksi tetap dapat dilanjutkan sesuai rute yang telah direncanakan. Setelah menunggu sekitar 15 menit, kepolisian, menurut penyelenggara aksi, menurunkan sekitar 100 personel beserta tiga kendaraan taktis, yakni kendaraan anti huru-hara, kendaraan peluncur gas air mata, dan water cannon.
Polisi kemudian menutup akses menuju Monumen Mandala dengan alasan lokasi tersebut berdekatan dengan rumah sakit dan tempat ibadah sehingga aksi dinilai tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di sana.
Baca Juga : Cegah Aksi Anarkis, Pemkot Makassar Andalkan 8.000 CCTV, Call Center 112 dan Kolaborasi Empat Pilar
Menyikapi keputusan tersebut, massa aksi akhirnya memutuskan tetap menggelar demonstrasi di lokasi mereka dihentikan, yakni di Jalan Lanto Daeng Pasewang, sekitar 20 meter dari Polsek Mamajang.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan orasi hingga sore hari. Namun, FSMP-PRP menyebut sekitar pukul 16.32 Wita terjadi penyerangan kedua oleh kelompok yang mereka identifikasi sebagai Brigade Muslim Indonesia (BMI).
Dalam insiden kedua tersebut, massa aksi menyebut terjadi saling lempar batu selama sekitar 15 menit. Koordinator lapangan dilaporkan mengalami luka sobek cukup serius di bagian kepala sebelah kanan, sementara sejumlah peserta aksi lainnya mengalami luka ringan.
Baca Juga : Jelang 17 Agustus, Appi Perkuat Tiga Pilar dan Waspadai Geng Motor di Makassar
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, massa akhirnya memutuskan membacakan pernyataan sikap pada pukul 17.22 Wita sebelum membubarkan diri dan kembali berjalan menuju Asrama Mahasiswa Papua Kamasan IV.
Perjalanan pulang, menurut penyelenggara, berlangsung tanpa gangguan. Massa tiba di asrama sekitar pukul 17.40 Wita dan memberikan penanganan medis sederhana kepada dua peserta yang mengalami luka sobek di kepala serta beberapa peserta lain yang mengalami luka ringan.
Usai aksi, peserta melakukan evaluasi internal yang berlangsung hingga menjelang malam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Makassar maupun organisasi masyarakat Brigade Muslim Indonesia (BMI) terkait kronologi bentrokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



