Ahad, 05 Februari 2023 21:32

Menunjukkan Pluralisme Lewat Karnaval Budaya Cap Go Meh

Editor : Herlina
Peserta Karnaval Budaya Jappa Jokka Cap Go Meh Makasaar 2023. (Foto-foto Pemkot Makassar/Jejakfakta.com)
Peserta Karnaval Budaya Jappa Jokka Cap Go Meh Makasaar 2023. (Foto-foto Pemkot Makassar/Jejakfakta.com)

Bukti kebersamaan dan toleransi yang tinggi di Makassar.

Kawasan Pecinan Kota Makassar, Sulawesi Selatan dipadati ribuan masyarakat. Ada yang datang menonton, menjajakan dagangan, juga menjadi peserta Karnaval Budaya Jappa Jokka Cap Go Meh 2023.

Tepatnya di Jalan Sulawesi, Makassar, panas terik tidak mengganggu kegiatan yang diramaikan 2.000 pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Makassar.

Mereka semua mengenakan pakaian adat empat etnis di Sulawesi Selatan, Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar, yang dimulai dari Jalan Sulawesi melewati Jalan Sangir-Timor-Nusantara, dan kembali finish di Jalan Sulawesi.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital

Kemeriahan yang luar biasa. Bagi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, kegiatan yang dimeriahkan oleh mereka yang bukan hanya keturunan Tionghoa menjadi bukti kebersamaan dan toleransi yang tinggi di Makassar.

"Ini merupakan bukti kebersamaan kita, karena kita tahu karnaval sore ini melibatkan multietnis dengan menyajikan beberapa aksi pertunjukan yang bisa kita saksikan," ungkap Fatma.

Dengan keberagaman suku dan budaya yang ditampilkan dalam puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Makassar ini, Fatmawati Rusdi menyebut bahwa ini merupakan kekuatan untuk bisa membangun Makassar jauh lebih baik ke depannya.

Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk

"Dengan pluralisme yang ada, kebersamaan ini adalah bukti kekuatan kita untuk bisa bangkit membangun Makassar," lanjut mantan Anggota DPR-RI ini, Ahad (5/2)


Ketua Pengurus Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Sulsel Yongris mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Baca Juga : Bahlil Ungkap Penyebab Antrean BBM Subsidi di Makassar: Ada Peralihan Konsumsi hingga Modifikasi Tangki

Yongris menyebutkan bahwa momen ini merupakan hari kebersamaan warga Makassar. Melalui perayaan ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Makassar mempunyai nilai toleransi yang cukup tinggi. 

"Kita akan tunjukkan bahwa Makassar adalah rumah kita bersama. Semua warga, semua budaya, etnis dan agama itu jalan bersama, kita beriringan tangan, dan kita buktikan bahwa Makassar merupakan kota yang rukun, aman, dan damai," seru Yongris.

Tidak hanya Karnaval Budaya, pengunjung Jappa Jokka Cap Go Meh 2023 juga dapat menikmati beranekaragam kuliner yang dijual di sepanjang Jalan Sulawesi sambil menyaksikan atraksi tonggak barongsai.

Baca Juga : Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat

Hikma, pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ikut partisipasi dalam kegiatan itu mengaku dapat berkah juga dalam kegiatan itu, padahal dirinya bukan keturunan Tionghoa dan juga beraga Islam.

"Alhamdulillah ini menunjukkan bahwa kita di Makassar ini selalu bersatu apa pun suku dan agamanya," pungkas Hikma. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Karnaval Budaya #Jappa Jokka #Cap Go Meh #Makassar #Toleransi #Pluralisme
Youtube Jejakfakta.com