Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Suasana pagi di Masjid Al-Ikhwan Sorowako, Kecamatan Nuha, terasa berbeda, Sabtu (26/9/2026). Usai menunaikan salat Subuh berjamaah, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan arahan sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjalankan Program Pejuang Subuh.
Program tersebut secara khusus diarahkan untuk mendorong anak-anak, terutama pelajar jenjang SD dan SMP, agar terbiasa melaksanakan salat Subuh secara berjamaah di masjid.

Irwan mengatakan, Kecamatan Nuha merupakan wilayah keempat yang dikunjungi dalam rangkaian safari Pemerintah Daerah ke seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur.
Baca Juga : 12 Hari Jelang Harkopnas, Bupati Irwan Pastikan Luwu Timur Siap Sambut Tamu se-Sulsel

Dalam setiap kunjungan, pemerintah menyampaikan sejumlah program kepada masyarakat. Program Pejuang Subuh menjadi salah satu perhatian utama.
“Program Pejuang Subuh ini kita lakukan untuk mendorong anak-anak kita, khususnya pelajar tingkat SD dan SMP, untuk aktif melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid,” kata Irwan.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar mengajak anak-anak datang ke masjid, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baik sejak usia dini.
Baca Juga : STBM Luwu Timur Dinilai Berjalan Nyata, Kemenkes: Kesiapannya Luar Biasa
Ia menegaskan, khusus bagi pelajar SD dan SMP yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, keikutsertaan dalam Program Pejuang Subuh akan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah.
“Insyaallah, bagi anak-anak kita jenjang SD dan SMP, pelaksanaan Program Pejuang Subuh ini menjadi kewajiban yang kami tetapkan selaku Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Irwan menjelaskan, tujuan utama kebijakan tersebut sederhana, yakni mendekatkan anak-anak kepada masjid sekaligus membentuk kebiasaan agar mereka istiqamah melaksanakan salat Subuh secara berjamaah.
Baca Juga : Bupati Irwan Sambut Kapolres Baru AKBP Irwan Kurnadi di Sorowako
Ia meyakini, kebiasaan yang ditanamkan sejak dini akan menjadi karakter yang terbawa hingga mereka dewasa.
“Kami yakin sepenuhnya, insyaallah, jika anak-anak kita istiqamah salat berjamaah di masjid, maka hal itu akan tumbuh menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Untuk memastikan program berjalan, Irwan menyebut dirinya telah meminta Dinas Pendidikan menyampaikan kebijakan tersebut kepada seluruh guru dan kepala sekolah.
Baca Juga : Pastikan Stok Darah Aman, Pemkab Lutim Gandeng PMI Gelar Donor Darah ASN
Para guru yang beragama Islam juga diminta turut mengambil peran dengan mendampingi dan mendorong anak-anak untuk hadir di masjid terdekat dari tempat tinggal masing-masing.
Sistem yang diterapkan, kata dia, cukup sederhana. Anak-anak tidak diwajibkan datang ke masjid tertentu atau menempuh jarak yang jauh. Mereka cukup melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid yang paling dekat dengan rumah masing-masing.
“Tidak perlu jauh-jauh atau mengikuti tempat lain. Cukup di masjid terdekat dari kediamannya, di sanalah mereka menunaikan ibadah,” jelasnya.
Baca Juga : Normalisasi Sungai Malili Segera Dimulai, Bupati Irwan Minta Dukungan Masyarakat
Selain menjadi bagian dari pembentukan karakter keagamaan, keaktifan dalam Program Pejuang Subuh juga berkaitan dengan penilaian Pendidikan Agama bagi pelajar SD dan SMP.
Irwan mengatakan, hal tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan, dengan mekanisme dan prosedur yang ditetapkan bersama.
Ia bahkan mengakui, kebijakan tersebut sempat menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak yang mempertanyakan keterkaitan salat Subuh berjamaah dengan nilai Pendidikan Agama.
“Banyak yang bertanya atau protes, ‘Kenapa harus salat Subuh dulu baru bisa dapat nilai Pendidikan Agama?’ Saya sampaikan, biarlah demikian,” katanya.
Menurut Irwan, kebijakan tersebut merupakan bentuk ikhtiar pemerintah untuk menghadirkan kebiasaan positif dalam kehidupan anak-anak.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam menjalankan program tersebut.
“Sesungguhnya setan tidak akan pernah berhenti menggoda atau memengaruhi kita dari hal-hal yang baik,” tuturnya.
Di hadapan jamaah, Irwan juga meminta dukungan, bantuan, dan doa dari masyarakat agar Program Pejuang Subuh dapat terus berjalan secara konsisten.
Bupati meyakini, peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk kebiasaan anak-anak untuk mencintai masjid.
“Anak-anak kita di usia mereka saat ini, jika diarahkan oleh para guru menuju masjid, saya yakin mereka pasti akan ikut dan taat,” ujarnya.
Irwan berharap Program Pejuang Subuh tidak berhenti sebagai sebuah kebijakan pemerintah, tetapi benar-benar tumbuh menjadi gerakan bersama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, pengurus masjid, dan masyarakat.
Dengan begitu, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Luwu Timur untuk membangun kedisiplinan, kebiasaan baik, dan kehidupan keagamaan sejak dini. (sumber: IKP-Humas/Kominfo-SP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



