Sabtu, 26 September 2026 18:28

Fraksi PKS DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Munafri, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Penyerahan laporan usai Pemandangan Umum Fraksi PKS atas Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Makassar tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Makassar, Sabtu (26/9/2026). @Jejakfakta/dok. IST.
Penyerahan laporan usai Pemandangan Umum Fraksi PKS atas Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Makassar tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Makassar, Sabtu (26/9/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

Fraksi PKS DPRD Makassar mengapresiasi kinerja Munafri Arifuddin setelah ekonomi Makassar tumbuh 7,04 persen pada Triwulan II 2026.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.

"Apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang menunjukkan tren positif dan telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD 2026," jelas Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Hartono.

Hal itu disampaikan dalam Pemandangan Umum Fraksi PKS atas Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Makassar tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Makassar, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga : DPRD Makassar Bahas APBD-P 2026, Appi Siapkan Tender Dini Proyek Strategis Mulai Januari 2027

Hartono mengatakan, Fraksi PKS memberikan apresiasi kepada Wali Kota Munafri Arifuddin atas kinerja pemerintah kota, khususnya dalam penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBD Perubahan 2026.

Menurutnya, salah satu indikator yang patut mendapat perhatian adalah pertumbuhan ekonomi Makassar yang hingga semester pertama 2026 berada di atas target RPJMD.

"Berdasarkan data BPS Provinsi Sulawesi Selatan yang diperbarui pada 15 September 2026, ekonomi Kota Makassar tumbuh 6,61 persen secara year-on-year pada Triwulan I 2026," tuturnya.

Baca Juga : Tak Mau Tunggu Maret, Munafri Genjot Tender Dini Proyek Strategis Mulai Januari 2027

"Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 7,04 persen pada Triwulan II 2026," sambung Hartono saat membacakan pandangan Fraksi PKS secara tertulis.

Berdasarkan indikator makroekonomi terkini, Fraksi PKS mencermati adanya akselerasi kinerja ekonomi Kota Makassar. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,61 persen pada Triwulan I dan meningkat menjadi 7,04 persen secara year-on-year pada Triwulan II 2026.

Makassar juga memberikan kontribusi sebesar 15,25 persen terhadap PDRB Pulau Sulawesi. Capaian tersebut menunjukkan deviasi positif dibandingkan target Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang telah ditetapkan dalam RKPD.

Baca Juga : Transformasi Digital Makassar Berbuah Penghargaan TP2DD Terbaik 2026

Lanjut dia, secara kumulatif pada semester pertama 2026, ekonomi Makassar tercatat tumbuh 6,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut berada di atas target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD 2026 yang ditetapkan sebesar 6,43 persen.

"Sehingga kami, Fraksi PKS, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Munafri atas kinerja, khususnya penyampaian Nota Keuangan dan APBD Perubahan. Pertumbuhan ekonomi Makassar alhamdulillah berada di atas target RPJMD 2026," jelas Hartono.

Baca Juga : Pertamina Siapkan 4 Klaster SPBU di Makassar untuk Atasi Antrean Solar

Fraksi PKS menilai pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan Makassar di tengah berbagai tantangan perkotaan.

Namun demikian, apresiasi tersebut disertai sejumlah catatan dan harapan agar momentum pertumbuhan ekonomi dapat diterjemahkan ke dalam peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pembahasan APBD Perubahan 2026, Fraksi PKS mendorong pemerintah kota memperkuat lima agenda utama.

Baca Juga : Antrean Solar di Makassar Belum Tuntas, Pemkot-Pertamina Siapkan Klaster dan Jam Khusus Truk

Pertama, memperkuat pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat. Kedua, mengendalikan belanja operasi sekaligus melindungi belanja produktif.

Ketiga, memprioritaskan pelayanan dasar dan penyelesaian persoalan perkotaan. Keempat, memperluas kesempatan kerja serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

Kelima, memastikan setiap tambahan anggaran memiliki target hasil yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Bagi Fraksi PKS, keberhasilan harus terlihat dari berkurangnya banjir dan genangan, membaiknya jalan dan drainase lingkungan, meluasnya akses air bersih, tertanganinya persoalan sampah, bertambahnya kesempatan kerja, serta menguatnya UMKM," kata Hartono.

Fraksi PKS juga meminta penjelasan lebih rinci terkait faktor utama penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pos-pos penerimaan yang belum mencapai proyeksi, serta strategi pemerintah memperbaiki penerimaan hingga akhir tahun anggaran.

Selain itu, Fraksi PKS juga memberikan catatan terhadap komposisi belanja dalam APBD Perubahan 2026. Belanja operasi disebut meningkat sekitar Rp146 miliar atau 3,49 persen menjadi Rp4,33 triliun.

Sementara itu, belanja modal justru mengalami penurunan sekitar Rp55 miliar atau 5,68 persen menjadi Rp919 miliar.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat penjelasan karena kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar masih cukup besar.

Aspirasi terkait drainase, jalan lingkungan, sanitasi, persampahan hingga air bersih masih terus disampaikan masyarakat, termasuk dalam kegiatan reses anggota DPRD di wilayah Bangkala.

Karena itu, Fraksi PKS meminta pemerintah menjelaskan dasar penentuan prioritas belanja, khususnya untuk menjawab persoalan infrastruktur dasar yang masih dirasakan masyarakat.

"Kami juga meminta penjelasan mengenai alokasi APBD Perubahan untuk penanganan banjir, drainase dan pelayanan air bersih, termasuk penentuan wilayah prioritas berdasarkan tingkat kerawanan dan kebutuhan masyarakat," tutup Hartono.

Diketahui, pada rapat paripurna tersebut, seluruh sembilan fraksi di DPRD Kota Makassar menyatakan persetujuan agar Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dilanjutkan ke tahapan pembahasan Panitia Khusus (Pansus).

Dengan demikian, pembahasan APBD Perubahan 2026 selanjutnya diarahkan untuk memastikan setiap kebijakan anggaran mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Fraksi PKS Makassar #dprd makassar #Munafri Arifuddin #ekonomi Makassar #Pertumbuhan Ekonomi #APBD Perubahan 2026 #Hartono #RPJMD Makassar 2026
Youtube Jejakfakta.com