Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Upaya menjaga ekosistem Danau Malili di Luwu Timur tidak hanya berkaitan dengan kualitas air dan lingkungan perairan, tetapi juga keberlangsungan fauna endemik yang hidup di dalamnya.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan Tim Pusat Riset Sistem Biota, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan riset konservasi fauna akuatik endemik di Sistem Danau Malili, Selasa (11/8/2026).

Riset BRIN tersebut mengangkat tema “Konservasi Berbasis Spesies Corbicula Endemik di Danau-Danau Purba Sulawesi: Analisis Genetik, Morfologi, Reproduksi, dan Deteksi Invasi dengan eDNA.”
Baca Juga : Jelajah Danau Matano, Cara Luwu Timur Memperkenalkan Pesona Bumi Batara Guru

Penelitian ini secara khusus berfokus pada Corbicula matannensis beserta moluska asosiasinya, dengan lokasi penelitian di Danau Matano dan Danau Towuti.
Kunjungan tim peneliti diterima oleh Kepala DLH Kabupaten Luwu Timur. Dalam pertemuan tersebut, Kepala DLH didampingi jajaran Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), yakni Nashar Ansar, S.T., Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, dan Catherine Beatrix, S.T., M.M., Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama.
Koordinasi tersebut menjadi ruang pertukaran informasi antara pemerintah daerah dan tim peneliti mengenai kondisi lingkungan perairan di kawasan Danau Malili, berbagai tekanan ekologis, serta program pengelolaan lingkungan yang telah dan sedang dilakukan di Kabupaten Luwu Timur.
Baca Juga : Menghadap Danau Matano, KDMP Sorowako Disebut “Koperasi Terindah di Dunia”
Bagi penelitian berbasis spesies endemik, informasi mengenai kondisi lingkungan dan perubahan ekosistem menjadi bagian penting untuk memahami keberadaan serta keberlanjutan populasi fauna akuatik.
Riset tersebut diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai karakteristik, reproduksi, keragaman genetik, serta potensi ancaman spesies invasif terhadap fauna endemik di danau-danau purba Sulawesi.
Koordinasi antara BRIN dan DLH Luwu Timur juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kepentingan penelitian dengan pengelolaan lingkungan di tingkat daerah, khususnya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Matano dan Danau Towuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



