Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat dan ruang untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Tabligh Akbar dan Diskusi Bulanan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar bersama IMM di Gedung Islamic Center IMMIM, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para imam kelurahan, imam masjid, serta kepala KUA se-Kota Makassar.
Baca Juga : Kadispora Makassar Hadiri Presentasi Final Logo HUT ke-419, Pappaseng Jadi Inspirasi Identitas Kota

Munafri mengatakan, forum rutin yang telah memasuki pertemuan kesembilan itu harus menghasilkan program yang benar-benar diterapkan di tengah masyarakat, bukan berhenti pada pertemuan dan diskusi.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah apa yang hari ini dibicarakan, apa program-program yang dibicarakan, ini harus terimplementasi dengan baik di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap dukungan yang diberikan kepada masjid benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masjid dan jamaah.
Baca Juga : Appi Minta Insentif Industri dan Pembangunan Dermaga Pulau Makassar ke Pemerintah Pusat
Munafri juga mendorong masjid membangun hubungan yang kuat antara pengurus, jamaah, dan masyarakat sekitar. Menurutnya, keberadaan masjid harus dapat dirasakan manfaatnya melalui berbagai bentuk pemberdayaan.
“Melalui masjid, ekonomi bisa bertumbuh. Melalui masjid, segala macam pemberdayaan bisa kita lakukan,” katanya.
Salah satu bentuk pemberdayaan yang ditekankan Munafri adalah sinergi masjid dalam upaya pengelolaan sampah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dengan memberikan contoh pengelolaan yang jelas, termasuk dari lingkungan masjid.
Baca Juga : Wali Kota Appi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar, Angkat Filosofi Pappaseng
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, Munafri juga memperkenalkan peluang pengembangan budidaya jamur. Ia mendorong materi tersebut menjadi salah satu agenda pelatihan bagi pengurus dan masyarakat masjid pada pertemuan berikutnya.
“Ini sangat penting sekali untuk memastikan kehidupan yang ada di tempat masjid ini tidak hanya difokuskan pada kegiatan-kegiatan sosio-keagamaan, tapi juga bisa menjadi pusat-pusat sirkular ekonomi yang baik,” jelasnya.
Munafri juga meminta masjid diperkuat sebagai ruang interaksi dan perekat masyarakat. Ia berharap persoalan dan perselisihan warga dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbangun di lingkungan masjid.
Baca Juga : Simpul Nusantara, Cara Gunung Sari Makassar Integrasikan Sampah, Pangan, dan UMKM
Menutup arahannya, Munafri mengajak seluruh imam mendoakan Kota Makassar agar tetap aman, sejahtera, dan damai. Ia juga mengajak masyarakat berdoa agar hujan segera turun, sembari memastikan pemerintah terus mendistribusikan kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



