Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri rapat persiapan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (1/10/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan dan menjadi bagian dari persiapan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebelum menyampaikan sejumlah usulan pembangunan di bidang kesehatan kepada Kementerian Kesehatan.

Dalam rapat tersebut, Bupati Irwan menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis daerah, khususnya penguatan fasilitas rumah sakit, rehabilitasi puskesmas, pengadaan alat kesehatan, serta pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
Baca Juga : Bupati Irwan Serahkan Alsintan Rp3,37 Miliar, Dorong Produktivitas Petani Luwu Timur

Bupati berharap berbagai usulan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari Kementerian Kesehatan, terutama agar dapat direalisasikan melalui penganggaran tahun 2027.
“Kami sangat berharap apa yang menjadi usulan-usulan kami di Kabupaten Luwu Timur, baik di rumah sakit maupun puskesmas, betul-betul mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan,” ujar Irwan.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pengembangan RS Atue sebagai bagian dari pengembangan layanan RSUD I Lagaligo. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Malili dan sekitarnya, sekaligus mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di sekitar kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga : Bupati Irwan Ajak FKUB dan Tokoh Masyarakat Perkuat Kerukunan di Luwu Timur
Bupati menilai penguatan fasilitas kesehatan di kawasan tersebut menjadi penting seiring dengan aktivitas PSN yang terus berjalan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengharapkan dukungan Kementerian Kesehatan, baik dalam pembangunan dan penguatan infrastruktur maupun pemenuhan alat kesehatan.
“PSN sudah berjalan, sementara fasilitas rumah sakit yang dekat dengan kawasan tersebut masih perlu diperkuat. Karena itu, kami berharap Kementerian Kesehatan dapat memberikan dukungan, baik infrastruktur fisik maupun alat kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, dalam rapat tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, memaparkan kondisi dan sejumlah permasalahan pelayanan kesehatan di daerah.
Baca Juga : Tegas, Bupati Luwu Timur Tak Akan Bayarkan TPP ASN yang Mangkir Upacara dan Apel
Saat ini, Luwu Timur memiliki satu rumah sakit rujukan milik pemerintah, yakni RSUD I Lagaligo, yang melayani masyarakat di 11 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 336.475 jiwa.
Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan karena jarak dari sejumlah wilayah menuju rumah sakit cukup jauh. Dari Puskesmas Mahalona, misalnya, jarak menuju rumah sakit mencapai sekitar 127,5 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari dua jam.
Di sisi lain, RSUD I Lagaligo saat ini memiliki 189 tempat tidur. Sementara itu, berdasarkan analisis kebutuhan dengan standar WHO, kebutuhan tempat tidur di Luwu Timur diperkirakan mencapai 336 tempat tidur. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 147 tempat tidur.
Baca Juga : Perpustakaan Luwu Timur Didorong Jadi Ruang Belajar dan Pemberdayaan Masyarakat
Keterbatasan kapasitas tersebut turut berdampak pada tingginya rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah. Pada 2025, tercatat sekitar 1.586 rujukan pasien ke rumah sakit di luar Kabupaten Luwu Timur.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengusulkan pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Malili serta Rumah Sakit Pratama Tipe D di Kecamatan Towuti.
Selain pengembangan rumah sakit, Pemkab Luwu Timur mengusulkan rehabilitasi berat sembilan puskesmas, yakni Puskesmas Timampu, Mahalona, Angkona, Nuha, Lampia, Burau, Mangkutana, Tomoni Timur, dan Malili.
Baca Juga : Bupati Irwan Terima Silaturahmi Perdana Kapolres Lutim, Bahas Sejumlah Isu Daerah
Pemkab juga mengusulkan relokasi Puskesmas Wotu serta pembangunan Pustu di Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana, dan Desa Kalaena, Kecamatan Kalaena.
Kedua desa tersebut hingga kini belum memiliki sarana Pustu atau Poskesdes, dengan jumlah penduduk masing-masing sekitar 2.789 jiwa dan 2.458 jiwa.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Parade, turut memberikan penjelasan dan menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan jajaran Kementerian Kesehatan terkait kondisi serta kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Luwu Timur.
Bupati Irwan menegaskan, seluruh usulan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan memastikan masyarakat di seluruh wilayah Luwu Timur memperoleh akses layanan yang lebih dekat dan memadai.
“Kami berharap pada tahun 2027 rumah sakit maupun puskesmas kami dapat memperoleh dukungan, baik untuk rehabilitasi maupun alat kesehatan. Kami terbuka terhadap skema pembiayaan yang dapat mempercepat realisasi berbagai usulan tersebut,” kata Irwan.
Dalam rapat tersebut, jajaran Kementerian Kesehatan juga meminta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk mempersiapkan seluruh administrasi dan data pendukung secara baik dan akurat.
Data yang disampaikan dalam usulan diharapkan disesuaikan dengan data yang tercatat di Kementerian Kesehatan sehingga tidak terjadi perbedaan angka maupun informasi dalam proses pembahasan dan verifikasi. (sumber: IKP-Humas/Kominfo-SP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



