Selasa, 06 Oktober 2026 08:05

Appi Tinggalkan Golkar

Mundur Setelah Golkar Perpanjang Kepengurusan, Appi Tolak Jadi Plt Ketua Golkar Makassar

Editor : Editor JF
Appi menyerahkan Surat pengunduran diri di kediaman pribadi IAS, Jl Batu Putih Bundar, Senin pagi (5/10/2026). @jejakfaktacom/Ist.
Appi menyerahkan Surat pengunduran diri di kediaman pribadi IAS, Jl Batu Putih Bundar, Senin pagi (5/10/2026). @jejakfaktacom/Ist.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel, Rahman Pina, tidak menyoal kepergian Appi. Baginya, itu adalah keputusan dan pilihan pribadi yang patut dihormati.

Jejakfakta.com - MAKASSAR - Munafri Arifuddin alias Appi resmi meninggalkan Partai Golkar. Ia mundur sebagai kader Partai Golkar melalui surat tertanggal 5 Oktober 2026.

Surat ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Surat diserahkan di kediaman pribadi IAS, Jl Batu Putih Bundar, Senin pagi (5/10/2026).

Appi menyerahkan langsung surat tersebut. Ia didampingi Wakil Bupati Soppeng yang juga kader Demokrat, Selle KS Dalle. IAS menerima Appi di ruang tamu kediamannya dengan santai.

Baca Juga : Tiga Kandidat yang Disebut IAS Bakal Gantikan Appi di Golkar Makassar

Dalam surat tersebut, Appi juga menyatakan tidak bersedia diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Keputusan itu menjadi perhatian karena disampaikan hanya beberapa hari setelah Golkar Sulsel memperpanjang kepengurusan DPD II Golkar Makassar.

Dengan demikian, keputusan meninggalkan Golkar sepenuhnya menjadi pilihan politik Appi, setelah sebelumnya partai masih memberikan ruang baginya untuk melanjutkan kepemimpinan di Golkar Makassar.

Dalam surat pengunduran dirinya, Appi menyebut keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang.

Baca Juga : Gabung Demokrat, Appi Tidak Serta Merta Jadi Ketua

"Namun setiap perjalanan mengenal persimpangan. Setelah menimbang dengan saksama, dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar," tulis Appi dalam suratnya.

Appi juga menyampaikan terima kasih atas pengalaman, kepercayaan, bimbingan, dan persaudaraan yang diperolehnya selama berada di Partai Golkar. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak berarti memutus hubungan personal dengan kader maupun pengurus Golkar.

"Saya pamit sebagai kader, tetapi tidak sebagai kawan dan saudara," ujarnya.

Baca Juga : Appi Resmi Tinggalkan Golkar, Langkah Politik Berikutnya Mengarah ke Demokrat

Golkar Tidak Berhenti karena Appi

Pengunduran diri Appi sekaligus menegaskan bahwa Golkar merupakan institusi politik yang tidak bergantung pada satu orang. Partai memiliki struktur, kader, mekanisme organisasi, dan aturan yang tetap berjalan meskipun terjadi pergantian figur dalam kepemimpinan.

Karena itu, keluarnya Appi tidak serta-merta menghentikan kerja organisasi Golkar di Makassar. Sebaliknya, keputusan tersebut membuka ruang bagi Golkar untuk melakukan konsolidasi dan menata kembali organisasi di Kota Makassar.

Baca Juga : IAS Instruksikan Fraksi Golkar Perhatikan Pariwisata Selayar: “Potensi Besar Ini Kasihan Jika Tak Di-backup Full”

Terlebih, Golkar Sulsel sebelumnya telah mengambil langkah organisatoris dengan memperpanjang kepengurusan DPD II Golkar Makassar. Dengan keputusan Appi mengundurkan diri, partai kini memiliki ruang untuk menentukan figur yang dianggap paling tepat untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.

Dua Hari Setelah Dipinang Demokrat

Keputusan Appi juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang berlangsung beberapa hari terakhir. Pada 3 Oktober 2026, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng secara terbuka mengajak Appi bergabung dengan Partai Demokrat.

Baca Juga : Tok! APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun Disahkan, Appi Kejar Serapan Belanja di Atas 95 Persen

Saat itu Appi belum memberikan jawaban tegas. Ia menyatakan masih perlu menyelesaikan persoalan internal di Golkar. Hanya dua hari kemudian, Appi secara resmi menyatakan meninggalkan Golkar.

Memang, dalam surat pengunduran dirinya Appi tidak menyebut Partai Demokrat. Ia juga belum secara resmi mengumumkan akan bergabung dengan partai tersebut. Namun, jarak waktu antara ajakan Demokrat dan keputusan Appi meninggalkan Golkar menjadi fakta politik yang sulit diabaikan.

Rangkaian ini menimbulkan pertanyaan: apakah ajakan Demokrat tersebut hanya komunikasi politik biasa, atau merupakan bagian dari proses politik yang sudah berlangsung menuju perpindahan Appi? Jawabannya tentu berada pada Appi dan Demokrat.

Namun bagi Golkar, satu hal menjadi jelas: partai harus terus berjalan, dengan atau tanpa Appi. Dan justru di titik inilah Golkar memiliki kesempatan untuk melakukan konsolidasi, regenerasi, dan penataan ulang kekuatan politiknya di Makassar.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel, Rahman Pina, tidak menyoal kepergian Appi. Baginya, itu adalah keputusan dan pilihan pribadi yang patut dihormati.

"Kami di Golkar tidak masalah. Pak Appi memilih pergi. Kami di Golkar memilih melanjutkan perjalanan," pungkas Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Golkar #Sulsel #IAS #Appi
Youtube Jejakfakta.com