Selasa, 06 Oktober 2026 08:18

Gabung Demokrat, Appi Tidak Serta Merta Jadi Ketua

Editor : Editor JF
Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah. @jejakfaktacom/ist.
Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah. @jejakfaktacom/ist.

Demokrat memiliki kader-kader yang selama ini bekerja dan membesarkan partai. Karena itu, masuknya seorang tokoh baru tidak semestinya langsung dimaknai sebagai perubahan kepemimpinan.

Jejakfakta.com - MAKASSAR - Mundur dari Golkar, Munafri Arifuddin "Appi" langsung dihubungkan dengan Partai Demokrat. Sebab, dua hari sebelumnya, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat, Alfian Mallarangeng, muncul dan mengajak Appi gabung Demokrat. Hal tersebut lalu mendapat respons beragam.

Sebab, gabung ke Demokrat tidak bisa serta-merta membuat Appi menjadi Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan. Jika itu terjadi, seolah-olah Demokrat hanya jadi pelampung bagi Appi yang tenggelam di Golkar akibat tidak mendapat ruang menjadi ketua.

Demokrat Sulsel menegaskan, masuknya seorang tokoh ke partai dan proses menjadi ketua merupakan dua hal yang berbeda.

Baca Juga : Mundur Setelah Golkar Perpanjang Kepengurusan, Appi Tolak Jadi Plt Ketua Golkar Makassar

Deputi BPOKK Demokrat Sulsel, Muhammad Gunawan mengatakan Demokrat terbuka terhadap siapa pun yang ingin bergabung dan berjuang bersama partai, termasuk Appi.

"Pak Appi adalah figur yang punya pengalaman dan kapasitas politik. Tentu ini bisa menjadi energi positif bagi Demokrat," kata Muhammad Gunawan.

Namun, kata dia, bergabung sebagai kader tidak otomatis berarti mendapatkan posisi strategis, termasuk jabatan ketua partai.

Baca Juga : Golkar Tunjuk Plt untuk Maros dan Bone, Fokus Siapkan Musda

"Bergabung sebagai kader dan menjadi ketua partai adalah dua hal yang berbeda," tegasnya.

Menurut Gunawan, Partai Demokrat memiliki mekanisme dan aturan organisasi yang harus dihormati. Kepemimpinan partai ditentukan melalui proses organisasi, bukan semata-mata karena seseorang baru bergabung.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai kader-kader yang selama ini bekerja dan membesarkan partai.

Baca Juga : Golkar Sulsel Pastikan Dukung Penuh Pemerintahan Sudirman-Fatma, Siap Jadi Mitra Kritis

"Tidak ada penolakan terhadap Pak Appi. Beliau punya hak yang sama dengan kader lainnya. Tetapi hak yang sama bukan berarti hak istimewa," ujarnya.

Jika Appi nantinya ingin maju dalam proses kepemimpinan Demokrat Sulsel, kata Gunawan, ia dipersilakan mengikuti mekanisme yang sama dengan kader lainnya.

"Silakan berproses. Soal siapa yang akan memimpin Demokrat Sulsel, kita serahkan kepada mekanisme organisasi," katanya.

Baca Juga : AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah juga menyambut baik rencana bergabungnya Appi ke Partai Demokrat.

Menurut Ni'matullah, Appi merupakan figur yang memiliki pengalaman dan kapasitas politik sehingga kehadirannya dapat memberikan energi baru bagi Demokrat.

"Saya menyambut baik siapa pun yang ingin bergabung dengan Partai Demokrat, termasuk Pak Munafri Arifuddin. Beliau adalah tokoh yang punya pengalaman dan kapasitas politik," kata Ni'matullah.

Baca Juga : Usai 20 Daerah Disambangi, IAS Targetkan Kursi Ketua DPRD Makassar Kembali ke Pangkuan Golkar

Namun, ia menekankan bahwa Demokrat juga memiliki kader-kader yang selama ini bekerja dan membesarkan partai. Karena itu, masuknya seorang tokoh baru tidak semestinya langsung dimaknai sebagai perubahan kepemimpinan.

"Kita hormati mekanisme organisasi. Siapa pun yang menjadi kader Demokrat memiliki hak yang sama untuk berproses dan berkompetisi," ujarnya.

Ni'matullah mengatakan dirinya siap mengikuti apa pun keputusan organisasi.

"Bagi saya, yang paling penting bukan siapa yang menjadi ketua. Yang paling penting adalah Demokrat Sulsel tetap solid, kuat, dan mampu memenangkan agenda politik ke depan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Demokrat #Ketua #Ni'matullah #Gunawan #Sulsel
Youtube Jejakfakta.com