Kamis, 08 Oktober 2026 11:48

Bupati Lutim Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa, 9 Koperasi Nelayan Merah Putih Dibangun

Editor : Redaksi
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat membuka Seminar Perkoperasian yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Expo K-UMKM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kamis (8/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat membuka Seminar Perkoperasian yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Expo K-UMKM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kamis (8/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mendorong koperasi menjadi motor ekonomi desa. Sembilan Koperasi Nelayan Merah Putih tengah dibangun.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Koperasi didorong tidak lagi sekadar menjadi wadah usaha bersama, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh dari desa dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat membuka Seminar Perkoperasian yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Expo K-UMKM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kamis (8/10/2026).

Di hadapan pelaku koperasi dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah, Irwan menyoroti potensi besar Luwu Timur dalam pengembangan koperasi. Ia menyebut Luwu Timur termasuk daerah dengan jumlah Koperasi Desa Merah Putih yang cukup banyak di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Ketua PWI Sulsel Apresiasi Mitigasi PDAM Makassar Jaga Pelayanan Air di Tengah El Nino

“Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Luwu Timur ini merupakan salah satu yang memiliki jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak di Sulawesi Selatan,” ungkap Irwan.

Penguatan koperasi juga menyasar masyarakat pesisir. Luwu Timur saat ini tengah membangun sembilan unit Koperasi Nelayan Merah Putih, sementara pemerintah daerah mengusulkan tambahan sembilan unit lainnya.

Menurut Irwan, keberadaan koperasi tersebut harus diikuti dengan pengelolaan yang baik dan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia meminta para pengurus koperasi memanfaatkan seminar sebagai ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, serta menggali inovasi.

Baca Juga : Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat

“Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk menyimak kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi yang akan disampaikan para pemateri bukan materi sembarang. Diharapkan dapat membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi perkembangan koperasi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Koperasi Didorong Terhubung dengan Pembangunan Desa

Dalam kesempatan tersebut, Irwan turut memperkenalkan program unggulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Pandu Juara, akronim dari Program Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Baca Juga : Ratusan Warga Joget Bareng di Lomba Sambung Lirik, Bupati Irwan Larut Sapa Warga di Sorowako

Program tersebut diarahkan untuk menggerakkan pembangunan dan perekonomian dari tingkat desa. Bagi Irwan, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak cukup diukur dari keberadaannya dalam dokumen perencanaan maupun alokasi anggaran, tetapi dari sejauh mana program tersebut benar-benar terlaksana dan dirasakan masyarakat.

Ia menyinggung masih adanya program pemerintah, baik dari pusat maupun provinsi, yang pelaksanaannya belum sepenuhnya tuntas.

“Selama ini, berbagai program baik dari pusat maupun provinsi, anggarannya sering kali hanya tertulis di atas kertas, pelaksanaannya pun belum tuntas,” katanya.

Baca Juga : Usai Buka Pekan Expo K-UMKM Sulsel, Bupati dan Wabup Lutim Sapa Peserta Pameran

Untuk mendorong agar pembangunan desa lebih terarah, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sejak tahun lalu membangun komitmen bersama para pelaku pembangunan di desa, khususnya kepala desa.

Sebelum program dijalankan, pemerintah daerah mengumpulkan para kepala desa untuk menyamakan komitmen sekaligus menyusun pakta integritas sebagai landasan pelaksanaan program.

Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pembangunan desa tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Baca Juga : Buah Dengen Jadi Maskot Expo K-UMKM Sulsel 2026, Angkat Kekayaan Lokal Luwu Timur

Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Koperasi

Seminar Perkoperasian tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka yakni Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Dukungan Strategis Pimpinan Kementerian Koperasi RI, Eka Pan Lestari; Budayawan dan Arkeolog Universitas Hasanuddin, Iwan Sumantri; Staf Ahli Bupati Luwu Timur, Afrianto; Pimpinan Bulog Kantor Cabang Palopo, Maysius P.; serta Pengelola Koperasi PT Vale Indonesia, Parawansa Lamude.

Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan perspektif mengenai pengembangan koperasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi agar koperasi semakin adaptif dan mampu menjadi salah satu fondasi perekonomian masyarakat.

Seminar dihadiri para asisten dan staf ahli, kepala OPD, kepala dinas koperasi dan UMKM dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Anggota DPRD Luwu Timur sekaligus Ketua Dekopinda Wahidin Wahid, para camat, kepala desa, Ketua Kopdes Merah Putih se-Luwu Timur, serta tamu undangan lainnya. (sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#koperasi desa merah putih #Koperasi Nelayan Merah Putih #ekonomi desa #UMKM #Pandu Juara #irwan bachri syam #Sulawesi Selatan #Pekan Expo K-UMKM 2026
Youtube Jejakfakta.com