Senin, 12 Oktober 2026 22:10

Di Forum PBB, Munafri Tekankan Pentingnya Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri United Nations Forum of Mayors 2026 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 12–13 Oktober 2026. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri United Nations Forum of Mayors 2026 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 12–13 Oktober 2026. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya pendidikan keselamatan lalu lintas sejak dini dalam United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, membawa isu keselamatan berlalu lintas ke panggung internasional dalam United Nations Forum of Mayors 2026 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 12–13 Oktober 2026.

Di hadapan para pemimpin kota dari berbagai negara, Appi menekankan pentingnya pendidikan keselamatan dan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah sebagai fondasi untuk membangun sistem mobilitas perkotaan yang aman dan berkelanjutan.

Menurut Munafri, keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan dan pembangunan infrastruktur. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, juga perlu menjadi bagian penting dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas.

Baca Juga : Kadispora Makassar Hadiri Presentasi Final Logo HUT ke-419, Pappaseng Jadi Inspirasi Identitas Kota

"Saya sangat setuju dengan pernyataan Bapak Jean Todt pagi ini. Pendidikan lalu lintas sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar para siswa sadar dan memahami cara berkendara yang aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain," ujar Appi dalam forum tersebut.

Forum yang digelar di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menjadi ruang bagi para pemimpin kota untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan perkotaan, serta merumuskan pendekatan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Makassar menjadi satu-satunya daerah yang mendapat kesempatan berpartisipasi dalam forum tersebut bersama lebih dari 60 wali kota dari berbagai belahan dunia. Salah satu sesi awal membahas mobilitas perkotaan (urban mobility), termasuk pentingnya membangun sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.

Baca Juga : Appi Minta Insentif Industri dan Pembangunan Dermaga Pulau Makassar ke Pemerintah Pusat

Munafri menilai, pendidikan keselamatan lalu lintas harus menanamkan kesadaran bahwa setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama.

Anak-anak dan generasi muda perlu dibekali kemampuan mengenali risiko di jalan raya, menghindari gangguan saat berkendara, memahami pentingnya mematuhi batas kecepatan, serta memilih moda transportasi yang aman.

"Kita ingin mempersiapkan pengemudi masa depan sedini mungkin, sehingga mereka memahami konsep kecepatan yang aman, batasan kecepatan, serta cara memilih opsi transportasi rendah karbon," kata Munafri saat menyampaikan gagasannya dalam bahasa Inggris di forum internasional tersebut.

Baca Juga : Wali Kota Appi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar, Angkat Filosofi Pappaseng

Wali Kota Makassar itu meyakini bahwa pendidikan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

Upaya tersebut juga perlu diperluas melalui kolaborasi lintas negara agar keselamatan jalan dan mobilitas berkelanjutan menjadi agenda bersama kota-kota di dunia.

"Melalui forum ini, saya menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan manusia sebagai salah satu pijakan dalam membangun sistem mobilitas masa depan, dimulai dari langkah sederhana tetapi mendasar," jelasnya.

Baca Juga : Simpul Nusantara, Cara Gunung Sari Makassar Integrasikan Sampah, Pangan, dan UMKM

Munafri menambahkan, partisipasi Makassar dalam forum internasional tersebut membuka ruang untuk bertukar gagasan dan pengalaman dengan kota-kota lain. Menurutnya, tantangan transportasi perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan terpadu.

"Ini mulai dari pendidikan, infrastruktur, kebijakan, hingga perubahan perilaku masyarakat," tutup Appi.

Dalam rangkaian forum tersebut, Munafri juga bertemu dengan Jean Todt, mantan Presiden Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) dan mantan pimpinan Ferrari yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan Jalan Raya (UN Secretary-General's Special Envoy for Road Safety).

Baca Juga : Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat

Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap keselamatan berlalu lintas sebagai persoalan global yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Forum PBB 2026 #United Nations Forum of Mayors 2026 #keselamatan lalu lintas #pendidikan lalu lintas #keselamatan jalan raya #Jean Todt #mobilitas perkotaan #Transportasi Berkelanjutan
Youtube Jejakfakta.com