Jumat, 16 Oktober 2026 15:37

Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Siapkan Solusi dan Antisipasi Musim Hujan di Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mendatangi Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Hasanuddin di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mendatangi Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Hasanuddin di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memantau kabut asap di BMKG dan menyiapkan langkah antisipasi musim hujan melalui normalisasi drainase dan kanal.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, terus mencari langkah konkret untuk merespons kabut asap kiriman yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir.

Kali ini, Appi mendatangi Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Hasanuddin di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi cuaca dan perkembangan kualitas udara terkini.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Makassar itu disambut langsung oleh Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto.

Baca Juga : Kabut Asap Selimuti Makassar, Penggunaan Obat Gangguan Pernapasan di RSUD Daya Naik 80 Persen

Dalam kunjungan tersebut, Appi memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus menggali informasi mengenai perkembangan kabut asap dan potensi perubahan cuaca di Makassar.

“Langkah ini kita lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Appi.

Menurutnya, pemantauan bersama BMKG penting untuk mengetahui kondisi cuaca terkini sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Raih Grand Baznas Award 2026, Targetkan Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional

“Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara. Kita butuh solusi,” katanya.

“Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Jadi, kita tidak lagi hanya berbicara tentang sebab dan akibat asap, tetapi juga solusi apa yang harus dilakukan. Ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar,” sambung Appi.

Ia menuturkan, berdasarkan penjelasan pihak BMKG Sultan Hasanuddin saat kunjungan tersebut, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga : Appi Paparkan Inovasi Perlindungan Pekerja Rentan di Jamsostek Award 2026

Meski demikian, Pemerintah Kota Makassar tetap perlu mencermati perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

“Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Namun, karena ini asap kiriman, kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Di tengah situasi tersebut, Appi juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga : Bertahun-tahun Dikepung Banjir, Appi Kerahkan 150 Satgas PU Benahi Drainase Paccerakkang

Menurutnya, pembakaran terbuka dapat memperburuk kualitas udara, terutama ketika polutan dari asap kiriman masih menyelimuti wilayah perkotaan.

Karena itu, upaya menjaga kualitas udara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dengan menghindari aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara.

Selain memantau kabut asap, Appi mengungkapkan adanya pergeseran perkiraan awal musim hujan yang berpotensi memengaruhi kesiapan Kota Makassar menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga : Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Appi Instruksikan Pembagian Masker Gratis untuk Siswa

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, awal musim hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang peningkatan curah hujan mulai terjadi pada akhir November hingga awal Desember.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kota. Periode kering yang berlangsung cukup panjang perlu diantisipasi dengan memastikan kesiapan infrastruktur drainase dan saluran air sebelum hujan kembali turun.

Appi mengatakan akan memanggil jajaran camat, lurah, dan satuan tugas terkait untuk memperkuat koordinasi serta memastikan langkah antisipasi berjalan hingga ke tingkat wilayah.

“Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama,” beber Appi.

Lebih lanjut, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (IKA FH Unhas) itu menambahkan bahwa salah satu langkah yang kini diperkuat adalah normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, serta pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air.

Appi juga meminta seluruh instansi yang berkantor di wilayah Makassar untuk rutin membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar kantor masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kapasitas saluran air agar tetap optimal ketika hujan turun.

“Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen,” katanya.

“Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat,” lanjutnya.

Pemkot Makassar juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan normalisasi saluran dan kanal, termasuk mengangkat sedimen dalam skala lebih besar.

Menurut Appi, waktu persiapan menjelang musim hujan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Berbagai faktor yang menghambat aliran air harus segera diidentifikasi dan ditangani agar risiko genangan dan banjir dapat ditekan.

“Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni merespons perkembangan kabut asap yang berdampak pada kualitas udara serta mempersiapkan infrastruktur kota menghadapi musim hujan.

Appi menilai, pemantauan bersama BMKG menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan yang diambil didasarkan pada informasi cuaca terkini. Sementara itu, penguatan kebersihan lingkungan dan normalisasi saluran diharapkan dapat mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

“Upaya ini kita lakukan agar kondisi kota lebih siap menghadapi hujan dan risiko banjir bisa kita tekan,” tutup Appi. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#kabut asap #Munafri Arifuddin #BMKG Sultan Hasanuddin #kualitas udara #Musim Hujan #normalisasi drainase #antisipasi banjir
Youtube Jejakfakta.com