Jejakfakta.com, MAKASSAR — Kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pemerintah kota dan fasilitas pelayanan kesehatan. Di RSUD Daya Makassar, penggunaan obat untuk menangani keluhan gangguan pernapasan dilaporkan meningkat hingga sekitar 80 persen pada September dan Oktober.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di RSUD Daya, Jumat (16/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis yang optimal sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kualitas udara yang menjadi perhatian.
Baca Juga : Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Siapkan Solusi dan Antisipasi Musim Hujan di Makassar

Dalam kunjungan itu, Appi meninjau sejumlah ruang perawatan, berinteraksi dengan pasien dan tenaga medis, serta membagikan masker kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.
Ia menegaskan, pemerintah kota perlu memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap merespons dampak yang mungkin timbul akibat kondisi udara yang kurang baik.
"Yang ingin kita pastikan adalah bagaimana kesiapan fasilitas kesehatan merespons masyarakat yang terdampak asap dan kondisi cuaca yang kurang baik ini," ujarnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Raih Grand Baznas Award 2026, Targetkan Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Appi juga meminta Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, dan seluruh puskesmas di Makassar meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan diperlukan untuk mengetahui perkembangan keluhan pernapasan sekaligus memastikan pasien mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan maksimal, terutama apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan.
"Kita harus lebih antisipatif dan responsif terhadap hal-hal seperti ini. Saya juga melihat langsung beberapa puskesmas di Kota Makassar untuk memastikan apakah ada peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap," jelasnya.
Baca Juga : Appi Paparkan Inovasi Perlindungan Pekerja Rentan di Jamsostek Award 2026
Penggunaan Obat Gangguan Pernapasan Meningkat
Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. Andi Any Muliany, mengatakan rumah sakit mencatat peningkatan kunjungan pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Peningkatan juga terlihat pada penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan seperti batuk, demam, dan alergi. Menurut Any, penggunaan obat-obatan tersebut meningkat hingga sekitar 80 persen selama September dan Oktober.
Baca Juga : Bertahun-tahun Dikepung Banjir, Appi Kerahkan 150 Satgas PU Benahi Drainase Paccerakkang
Meski demikian, pihak rumah sakit belum menemukan pasien dengan kondisi berat dalam pemantauan yang disampaikan tersebut.
Pasien yang mengalami batuk dan sesak napas umumnya berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis.
"Peningkatan kasus memang ada dari sisi jumlah, tetapi kondisi yang berat tidak ada. Semuanya dalam kondisi stabil dan dengan penanganan dokter sudah membaik," jelas Any.
Baca Juga : Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Appi Instruksikan Pembagian Masker Gratis untuk Siswa
Ia menambahkan, enam pasien anak yang masih menjalani perawatan pada Jumat (16/10/2026) dilaporkan mengalami perbaikan kondisi.
Terkait penyebab gangguan pernapasan, Any menyebut pemeriksaan darah pada pasien menunjukkan adanya virus. Namun, pemeriksaan tersebut belum mengidentifikasi penyebab spesifik yang dapat dikaitkan langsung dengan kabut asap.
Karena itu, peningkatan keluhan pernapasan masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebabnya.
Tempat Tidur dan Obat-obatan Masih Mencukupi
Di tengah meningkatnya kunjungan pasien, RSUD Daya memastikan kapasitas pelayanan masih terjaga. Ketersediaan tempat tidur dan persediaan obat-obatan dilaporkan masih mencukupi kebutuhan pasien.
"Tempat tidur masih tersedia, obat-obatan juga masih cukup. Jadi, untuk kesiapan fasilitas, sejauh ini tidak ada masalah," ungkap Any.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan awal yang disampaikan Appi, belum terlihat peningkatan signifikan pasien ISPA yang menjalani perawatan di RSUD Daya. Beberapa pasien anak yang ditemuinya juga dilaporkan mulai membaik.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat masyarakat maupun tenaga kesehatan lengah. Pemantauan jumlah kunjungan dan kondisi pasien perlu terus dilakukan seiring perkembangan kualitas udara.
Pembelajaran dari Rumah Masih Menunggu Evaluasi
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Makassar turut mempertimbangkan langkah perlindungan bagi anak-anak sekolah di tengah kabut asap.
Appi mengatakan, kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan hasil pemantauan kualitas udara dari instansi berwenang.
"Apakah kita akan melakukan pembelajaran dari rumah, itu masih kita tunggu berdasarkan kondisi cuaca. Sampai saat ini, menurut laporan yang kami terima, kondisinya masih dalam batas toleransi," katanya.
Sambil menunggu evaluasi lebih lanjut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan.
Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
"Yang paling penting, kita semua harus lebih waspada dan menjaga diri. Salah satunya dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu," imbuh Appi.
Pemerintah Kota Makassar akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Kesiapan rumah sakit dan puskesmas juga menjadi perhatian untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan medis memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



