Jumat, 24 Maret 2023 16:59

Pilu Eva Ibu Hamil dan Anaknya Meninggal Dunia di Luwu Utara setelah Ditandu 17 Jam, Giliran Kadinkes Angkat Bicara

Ibu hamil bernama Eva Yuliani (18) dan bayinya meninggal dunia menyisakan cerita pilu. Eva harus ditandu melewati jalan rusak selama kurang lebih 17 jam keluar dari Dusun Pokappaang, Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara demi mencari layanan kesehatan yang memadai.
Ibu hamil bernama Eva Yuliani (18) dan bayinya meninggal dunia menyisakan cerita pilu. Eva harus ditandu melewati jalan rusak selama kurang lebih 17 jam keluar dari Dusun Pokappaang, Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara demi mencari layanan kesehatan yang memadai.

Kejadian yang menimpa Eva begitu juga masyarakat yang gigih gotong royong menandu viral di jagat maya Indonesia. Setidaknya, fakta ini mencerminkan bagaimana layanan negara di Seko. Miris.

Masamba - Ibu hamil bernama Eva Yuliani (18) dan bayinya meninggal dunia menyisakan cerita pilu. Eva harus ditandu melewati jalan rusak selama kurang lebih 17 jam keluar dari Dusun Pokappaang, Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara demi mencari layanan kesehatan yang memadai.

Kejadian yang menimpa Eva begitu juga masyarakat yang gigih gotong royong menandu viral di jagat maya Indonesia. Setidaknya, fakta ini mencerminkan bagaimana layanan negara di Seko. Miris.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani telah menanggapixdan meminta Dinas Kesehatan Luwu Utara menyampaikan keterangan tertulis lebih benderang mengenai layanan untuk Eva Yuliani.

Baca Juga : Niat Tulus Membantu, Perjuangan 5 Tahun Dua Guru Luwu Utara Akhirnya Berbuah Rehabilitasi dari Presiden


Jumat (24/3/2023), Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Luwu Utara, Marhani Katma, pun merilis keterangan tertulisnya.

Kadinkesc mengatakan, Kecamatan Seko punya Puskesmas, letaknya di Seko Barat.

Baca Juga : Wagub Fatmawati Rusdi Tutup STQH XXIII, Pinrang Runtuhkan Dominasi Makassar

Seko Barat berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kabupaten Luwu Utara, Masamba. Kendati jaraknya 30 kilometer, tapi waktu tempuh dengan mengendarai sepeda motor atau kendara ojek motor butuh 5 – 6 jam dari Seko Barat ke Masamba.

Kata Marhani, Puskesmas Seko Barat di Kecamatan Seko dibangun untuk memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat. 

“Puskesmas Seko Barat telah dilengkapi dengan sumber daya manusia untuk menunjang proses pelayanan kesehatan di sana,” kata Marhani.

Baca Juga : Buka STQH XXIII, Gubernur Sulawesi Selatan Janjikan Hadiah Fantastis Untuk Pemenang

 “Alat kesehatan juga sesuai standar pelayanan dasar di puskesmas serta menggunakan bahan medis habis pakai dalam setiap pelayanan kesehatan. Juga telah tersedia kebijakan seperti standar operasional prosedur (SOP) serta kebijakan-kebijakan lainnya,” Marhani menambahkan.

Marhani menyatakan bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas Seko Barat telah menangani Eva Yuliani sesuai SOP.

“Terkait kematian Ny. Evy, telah dilakukan tindakan di rumah sakit dengan diagnosis akhir CPD + partus lama + sepsis. Kami dapat katakan, segala prosedural pelayanan telah dilaksanakan mulai dari rumah pasien. Bidan juga telah melakukan tindakan sesuai SOP,” kata Marhani. 

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Dampingi Kafilah Sidrap di Pembukaan STQH Sulsel di Luwu Utara

Menurutnya, pada saat Eva dirujuk, bidan Puskesmas juga tetap mendampingi hingga ke RSUD Masamba.

“Ambulans Puskesmas Rongkong yang menjemput pasien langsung pada titik roda empat dapat beroperasi dan merujuknya sampai ke RSUD,” katanya. 

Pemda Luwu Utara, lanjut Marhani, juga telah menyiapkan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kecamatan Seko, Rampi dan Rongkong, serta satu RTK di kabupaten, sebagai upaya mendekatkan pasien ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Apresiasi Permandian Air Panas Pincara di Luwu Utara, Ajak Majukan Pariwisata Daerah

 “RTK ini bertujuan membantu masyarakat mendekatkan akses ke fasilitas kesehatan dan dapat dipantau langsung oleh tenaga kesehatan setiap saat,” kata Marhani. 

Perjuangan dan Kesaksian Warga

Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir, melaporkan, Eva meninggal dunia usai melahirkan bayinya di RSUD Andi Djemma Masamba. 

 “Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Andi Djemma Masamba,” kata salah warga Seko, Amsal saat dikonfirmasi, Selasa (21/3/2023).

Sabtu (18/3/2023), Eva Yuliani dilaporkan ingin melahirkan di kampungnya namun fasilitas kesehatan tidak memadai.

Kata Amsal, keluarga dan masyarakat akhirnya menandu Eva Yuliana sejauh kurang lebih 100 kilometer keluar Seko menuju ke Kecamatan Rongkong dan selanjutnya ke Kota Masamba. Perjalanan menandu kurang lebih 17 jam.

“Jam 07.00 Wita, korban ditandu oleh warga dari Kecamatan Seko menuju ke Kecamatan Rongkong. Setibanya di Rongkong sekitar pukul 23.00 Wita malam, korban pun langsung dirujuk mengunakan mobil ambulans ke rumah RSUD Andi Djemma Masamba," kata Amsal.

"Minggu (19/3/2023) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, korban pun tiba di RSUD Andi Djemma Masamba, kemudian jam 08.00 Wita pagi korban menjalani operasi sesar,” lanjutnya. 

Lanjut Amsal, kondisi korban usai operasi sempat memberikan membaik. Namun tak berselang lama korban meninggal dunia dan disusul anak yang baru dilahirkannya.

“Pada pukul 03.00 Wita dini hari Eva Yuliani meninggal dunia. Berselang 2 jam kemudian menyusul anaknya meninggal dunia,” ujar Amsal. Korban dan anaknya pun dibawa pulang ke kampung untuk dimakamkan. Puluhan warga menanti di ujung jalan beraspal untuk kembali menandu jenazah korban dan bayinya. 

“Korban dibawa pulang ke kampung. Setelah melewati jalan yang cukup bagus yaitu Rongkong, korban kembali ditandu beramai-ramai oleh warga menuju ke rumah duka di Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko,” tutur Amsal.

Amsal mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bukan pertama kali terjadi di masyarakat adat Seko. Kejadian serupa sudah terjadi berulang kali. Warga memang harus ditandu untuk menuju ibu kota Luwu Utara, karena kondisi jalan tidak memadai. 

“Akibat kondisi badan jalan yang tidak memungkinkan dilalui alat transportasi darat, sehingga masyarakat memilih berjalan kaki mengantar korban menuju rumah sakit yang ada di kota Masamba dengan jarak sekitar 150 kilometer dari Kecamatan Seko,” kata Amsal. 

Dia pun meminta Dinas kesehatan Luwu Utara untuk memprioritaskan daerah terpencil terkait penyediaan fasilitas kesehatan. 

“Karena Kecamatan Seko merupakan daerah yang terpencil mengakibatkan masyarakat sulit mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan serta akses jalan yang baik untuk menuju rumah sakit," ungkapnya. "Untuk itu Dinas Kesehatan Luwu Utara agar betul-betul bekerja dan memprioritaskan daerah terpencil guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, sebagaimana Permenkes No. 90 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan terpencil dan sangat terpencil,” katanya.

Laporan: Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir

Sumber: Kompas.com dan Pemkab Luwu Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Ibu hamil Eva Yuliana #Eva Yuliani (18) #Kecamatan Seko #Luwu Utara #Marhani Katma #Indah Putri Indriani
Youtube Jejakfakta.com