Kamis, 27 April 2023 08:58

Malaysia Susul Taiwan "Sweeping" Indomie Rasa Ayam Spesial, Bos Indofood Angkat Bicara

Ilustrasi: Mi instan. (Google).
Ilustrasi: Mi instan. (Google).

Pemerintah Taiwan, belum lama ini, yang memulai penarikan massal kedua mi instan tersebut. Kemenkes Taiwan, menurut laporan Taiwan News, menemukan zat karsinogenik, etilen oksida, di bumbu "Indomie Rasa Ayam Spesial" dan di mi Ah Lai.

Makassar - Giliran pemerintah Malaysia menarik peredaran mi instan Indonesia "Indomie Rasa Ayam Spesial" yang diduga mengandung zat etilen oksida pemicu kanker. 

Seperti The Star beritakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malaysia menginstruksikan penarikan massal mi instan impor asal Indonesia "Indomie Rasa Ayam Spesial" buatan Indofood dan "Mie Kari Putih Ah Lai" atau "Ah Lai White Curry Noodles" dari Malaysia sendiri.

"Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan produsen untuk secara sukarela menarik mi instan yang habis masa berlakunya pada 25 Agustus 2023 dari pasar lokal," kata Ditjen Kesehatan Malaysia, Datuk Muhammad Radzi Abu Hassan, dikutip dari The Star, Rabu (26/4/2023).

Baca Juga : Kemenkes Taiwan Temukan Zat Pemicu Kanker di Mi Instan Indonesia Ini

Muhammad Radzi juga mengonfirmasi bahwa indomie yang ditarik dari pasar adalah mi instan impor.

Pemerintah Taiwan, belum lama ini, yang memulai penarikan massal kedua mi instan tersebut. Kemenkes Taiwan, menurut laporan Taiwan News, menemukan zat karsinogenik, etilen oksida, di bumbu "Indomie Rasa Ayam Spesial" dan di mi Ah Lai.

Melansir kompas.com, manajemen Indofood dan YLKI menanggapi sikap pemerintah Taiwan yang menarik peredaran "Indomie Rasa Ayam Spesial".

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang, mengatakan, pihaknya selalu mengikuti persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh negara pengimpor sebelum mengirim produk. Hal ini sesuai dengan prinsip perusahaannya. Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga patuh akan persyaratan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh BPOM.

"Pada prinsipnya kita mengikuti prasyarat dan ketentuan BPOM dan juga standar badan kesehatan negara pengimpor," kata Franciscus Welirang yang dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (25/4/2023).

Fakta bahwa produk mi Indomie yang ditarik di Taiwan adalah produk impor dari Indonesia membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Badan POM (BPOM) harus segera melakukan audit dan investigasi atas penemuan Depkes Taipei, Taiwan tersebut. 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, mengatakan, dengan dilakukannya investigasi terhadap penemuan tersebut juga bisa memastikan apakah mi instan yang dijual di Taiwan juga beredar di Indonesia dan mengandung cemaran etilen oksida.

"Atau produk ekspor itu terjadi kontaminasi zat karsinogenik ketika diproduksi di Indonesia. Tapi BPOM harus pastikan apakah ini ekspor saja atau beredar di Indonesia?" kata Tulus Abadi kepada wartawan, Selasa (25/4/2023).

Etilen oksida merupakan senyawa kimia yang terkait dengan limfoma dan leukemia.

Limfoma merupakan kanker kelenjar getah bening. Sementara leukemia ialah kanker darah akibat tubuh memproduksi sel darah putih abnormal.

Taiwan menyatakan etilen oksida ditemukan pada mi dan bumbu dari produk mi instan "Mie Kari Putih Ah Lai" atau "Ah Lai White Curry Noodles" dari Malaysia dan etilen oksida hanya ditemukan di paket bumbu mi instan Indonesia "Indomie Rasa Ayam Spesial", tidak terdeteksi pada mi.

Laman Biro Zat Beracun dan Kimia, yang berada di bawah Administrasi Perlindungan Lingkungan tingkat Kabinet Taiwan, etilen oksida bakal beracun ketika dikonsumsi atau dihirup.

Tidak hanya memicu limfoma dan leukemia, tetapi juga etilen oksida bisa mengiritasi kulit dan mata ketika bersentuhan dengan zat tersebut. Bahkan, senyawa itu bisa memicu cacat lahir dan keturunan.

Para importir kedua produk mi instan bakal dikenakan denda antara 60.000 dolar Taiwan atau setara Rp29 juta hingga maksimal 200 juta dolar Taiwan atau setara Rp97 triliun.

The Star melaporkan, Kepala Divisi Makanan dan Obat-obatan Kemenkes Taipei, Chen Yi-ting, mengatakan, inspeksi mi instan itu dilakukan dengan memilih secara acak 30 produk dari supermarket, toko serba guna, hypermarket, pasar tradisional, toko makanan Asia Tenggara, dan importir grosir di Taipei.(The Star/Taiwan News/Kompas).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Indomie Rasa Ayam Spesial #Ah Lai White Curry Noodles #zat karsinogenik #etilen oksida #Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk #Kemenkes Malaysia #Franciscus Welirang #YLKI #Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia #Tulus Abadi #Datuk Muhammad Radzi Abu Hassan #mi instan
Youtube Jejakfakta.com