Jejakfakta.com, Jakarta - Penulis sastra sekaligus ilmuwan politik nasional, Mochtar Pabottingi dikabarkan meninggal dunia, Minggu (4/6/2023) di Jakarta. Kabar tersebut disampaikan oleh Yudi Latif, salah satu cendekiawan muda Indonesia.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke hadirat Ilahi Bapak Mochtar Pabottingi. Hari Minggu dini hari (4 Juni 2023), jam 12.30 (pukul 00.30 Wib). Semoga almarhum kembali dengan khusnul khatimah dan bisa beristirahat dengan damai. Semoga pula segenap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujarnya.

"Jenazah akan dibawa ke rumah duka (disemanyamkan), Jln.Plafon 1/12. RT.09, RW.03. Kel Kayu putih, Kec. Pulo Gadung. Jak- Tim," jelasnya.
Baca Juga : Tinjau Gedung Simpurusiang, Bupati Irwan Tekankan Kualitas Pengerjaan hingga Tahap Akhir
Kepergian putra terbaik bangsa kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan ini membawa duka mendalam bagi rekan dan sahabat beliau.
"Terima kasih atas KETELADANAN-MU. Kami Berduka. ALFATIHAH," tulis Laode M Syarif, Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar di kolom Grup Kolaborasi Alumni Unhas, Minggu (4/6/2023).
"Selamat jalan Pak Mochtar Pabottingi. Semoga mendapat tempat terbaik di hadapan Yang Maha Kuasa..," ujar Aslan Abidin, sastrawan sekaligus Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Budaya Keamanan Siber ASN Lewat Webinar Cyber Security Awareness 2026
Sebelumnya dikabarkan, Mochtar mengalami koma. Pria berusia 77 tahun itu pun harus menjalani operasi pembuatan lubang pada dinding anterior trakea untuk mengatasi sumbatan jalan napas atau traceostomy.
"Bapak langsung koma. Dua hari lalu Bapak traceostomy, berhasil dengan baik. Tapi Bapak belum sadarkan diri," ujar Nahdia, pada Senin malam, 8 Mei 2023, dikutip dari Tempo.
Profil singkat Mochtar Pabottingi
Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri HLM TPID Sulsel, Tegaskan Komitmen Stabilitas Harga Jelang Iduladha
Seperti diketahui, Mochtar Pabottingi merupakan penulis sastra kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, 17 Juli 1945. Namun, dia juga dikenal senbagai peneliti utama bidang perkembangan politik nasional di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kini bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Mochtar Pabottingi menempuh pendidikan di jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 1973. Dia melanjutkan studi di Universitas Massachusets Amerika Serikat dan lulus M.A pada 1984. Tidak berhenti di situ, Mochtar Pabottingi meneruskan pendidikan ke Universitas Hawaii Amerika Serikat dan mendapat gelar Ph.D pada 1989.
Dalam perjalanan karirnya, Mochtar Pabottingi pernah menjadi redaktur di Harian Mercu Suar dan Harian Kami, Ketua Seni Budaya Muslim Indonesia di Ujungpandang, penggiat Teater Gadjah Mada, redaktur Majalah Titian, hingga menjadi peneliti di LIPI Jakarta.
Baca Juga : Komitmen Perlindungan Anak, TP PKK Luwu Timur Ikut Dorong Percepatan Imunisasi Zero Dose di Sulsel
Dalam karir kepenulisan, Mochtar Pabottingi kerap menulis puisi, esai, cerita pendek, dan artikel. Tulisan-tulisannya dimuat di sejumlah majalah dan surat kabar, seperti Pelopor Yogya, Basis, Horison, Budaya Jaya, Prisma, hingga Majalah Tempo.
Pada Pemilu 2019 lalu, Mochtar Pabottingi dikenal sebagai salah satu tokoh yang memberikan dukungan pada pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




