Selasa, 20 Juni 2023 07:43

Daftar Makanan untuk Jemaah Indonesia ke Fase Puncak Haji di Arafah Muzdalifah Mina

Menu-menu makanan Indonesia yang disiapkan untuk jemaah haji Indonesia ke fase puncak haji 2023 di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina). (dok.Kemenag RI).
Menu-menu makanan Indonesia yang disiapkan untuk jemaah haji Indonesia ke fase puncak haji 2023 di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina). (dok.Kemenag RI).

“Kita melihat ada nasi dan lauk pauk, ada rendang, ikan, mengut lele, dan lain sebagainya. Juga ada bubur kacang dan menu sarapan lainnya. Ini jenis makanan yang akan disajikan selama mereka di masyair,” kata Hilman.

Makkah – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah melakukan uji rasa makanan (mealtest) untuk jemaah haji Indonesia dalam fase puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina) nanti.

Menu-menu yang telah diuji, antara lain mangut lele, rendang ayam, rendang daging, semur, dan gulai ikan. Ada juga sajian bubur kacang hijau, kacang merah, serta ketan hitam.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Hilman Latief, mengatakan, menu masakan tersebut adalah makanan siap saji. Menu kemasan dipilih guna memudahkan saat pelayanan di Armina dan rasa makanan juga terjaga.

Baca Juga : 1,5 Juta Lebih Jemaah Haji Tiba di Arafah untuk Wukuf, Ini Maknanya

“Kita barusan melakukan mealtest dengan pihak Masyariq untuk layanan konsumsi jemaah haji selama di Masyair, Arafah – Muzdalifah – Mina. Kita merasakan rasa makanan yang akan disajikan seperti apa,” kata Hilman di kantor Masyariq, Makkah, Senin (19/6/2023), dikutip dari laman Kemenag RI.

Hadir dalam uji rasa, Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Irjen Kemenag Faelsa AH, Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid yang juga Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, Direktur Pengelolaan Dana Haji Jaja Jaelani, Jubir Kemenag Anna Hasbie, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

“Kita melihat ada nasi dan lauk pauk, ada rendang, ikan, mengut lele, dan lain sebagainya. Juga ada bubur kacang dan menu sarapan lainnya. Ini jenis makanan yang akan disajikan selama mereka di masyair,” kata Hilman.

Baca Juga : Hari Ini, Jemaah Diberangkatkan ke Arafah untuk Wukuf

Menu lauk siap saji ini akan dipadu dengan nasi putih yang dikemas dalam kotak (box). Jemaah haji juga akan mendapatkan buah-buahan dan air mineral seperti yang mereka dapat saat di hotel Makkah.

Hilman menyampaikan, menu masakan siap saji tersebut merupakan produk Indonesia. Pihak masyariq selaku mitra Kemenag bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dalam proses penyediaannya.

“Kita perlahan dan terus bersemangat menjalin komunikasi dengan mitra kami di Saudi agar mereka mulai lebih banyak gunakan produk Indonesia. Ini masyarik bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia untuk gunakan produk Indonesia. Kita sudah mendorong selain rasa, produknya juga dari Indonesia,” ujar Hilman.

Baca Juga : Puncak Haji 27 Juni Besok, Jemaah Menuju Arafah

Terkait proses pendistribusiannya, lanjut Hilman, akan dilakukan oleh Tim Masyariq atau Tim Muassasah.

Subhan Cholid, mengatakan, selama di Armina, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan 15 kali makan. Ada dua jenis makanan yang diberikan, yaitu: makanan siap saji dan makanan yang dimasak di dapur-dapur yang ada di Arafah dan Mina.

Menu makanan siap saji tersebut akan diberikan kepada jemaah pada waktu-waktu tertentu. Pertama, makan siang pada 8 Zulhijah. Ini bersamaan dengan pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah.

Baca Juga : Update Daftar 10 Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal, Total 133 Wafat, 362 Sakit

“Dengan menu ini, maka begitu jemaah datang, sudah langsung tersedia makanan,” kata Subhan.

Kedua, makan siang pada 9 Zulhijjah (saat puncak wukuf). Ini dimaksudkan agar jemaah tidak disibukkan oleh antrian mendapatkan makanan.

“Dengan mekanan siap saji, maka konsumsi jemaah bisa dibagikan lebih awal. Sehingga, jemaah bisa memanfatkan waktu wukuf untuk beribadah,” sebut Subhan.

Baca Juga : Jemaah Haji Indonesia 2023: Terbanyak Lulusan SD, Ibu Rumah Tangga Profesi Mayoritas

Ketiga, makan malam pada 9 Zulhijah, tepatnya pada saat jemaah akan mulai bergerak menuju Muzdalifah. “Pada proses pergerakan seperti ini, dibutuhkan distribusi makanan yang praktis dan mudah disajikan.”

Keempat, sarapan pagi pada 10 Zulhijah, saat jemaah baru tiba di Mina. Ini juga dimaksudkan agar begitu jemaah tiba di Mina, sudah ada makanan.

Kelima, makan siang pada saat jemaah akan meninggalkan Mina, baik pada 12 Zulhijah untuk Nafar Awal maupun 13 Zulhijah untuk Nafar Tsani.

“Di luar jam-jam itu, makanan di Armina akan disajikan secara reguler berupa masakan yang dimasak di dapur-dapur yang ada di Arafah dan Mina,” kata Subhan.(Kemenag RI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#hilman latief #Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina) #subhan cholid #1 Zulhijah 1444 Hijriah #makanan jemaah haji Indonesia #wukuf di Arafah #Mina #mealtest
Youtube Jejakfakta.com