New York - James Cameron, sutradara ternama film Titanic tahun 1997, mengaku sudah curiga dengan masalah kapal selam wisata Titan OceanGate sebelum beroperasi dan ditemukan hancur.
"Saya sangat curiga dengan teknologi yang mereka gunakan. Saya tidak akan mau naik ke kapal selam itu," kata James Cameron, diberitakan BBC, Sabtu (24/6/2023).

Cameron sudah puluhan kali sampai ke bangkai kapal Titanic yang berada di palung Samudra kedalaman 3.810 meter (12.500 kaki).
Baca Juga : Penampakan Interior Kapal Selam OceanGate Titan sebelum Hancur
Teknologi kapal selam yang Cameron pakai selama ke Titanic, teruji aman. Tapi, Titan OceanGate berbeda, berbahan titanium dan serat karbon. Pun Titan diduga bermasalah dari sistem keselamatan.
"Kapal selam OceanGate ini memiliki sensor di bagian dalam lambung untuk memberi mereka peringatan ketika mulai retak," kata Cameron kepada ABC, Kamis (23/6/2023).
"Dan saya pikir, jika itu ide Anda tentang keselamatan, maka Anda salah melakukannya," kata Cameron lagi kepada ABC.
Baca Juga : Kapal Selam Wisata Titan Hancur, Lokasi 488 Meter dari Haluan Titanic
Cameron menduga, awak Titan mendapat peringatan bahwa lambung mereka mulai mengelupas dan mulai retak.
"Itu keyakinan kami, kami memahami dari dalam komunitas, bahwa mereka telah menurunkan bobot pendakian mereka, dan mereka datang, mencoba untuk mengatasi keadaan darurat," kata Cameron.
Cameron penjelajah bawah air berpengalaman yang telah melakukan 33 kali perjalanan ke bangkai kapal RMS Titanic.
Cameron juga memimpin pengembangan kapal selam deep-diving yang memungkinkan menjadi orang pertama yang melakukan penyelaman solo ke dasar laut terdalam yang disebut "Challenger Deep".
Cameron dan para insinyur di komunitas laut dalam (deep sea community) telah memperingatkan OceanGate tentang bentuk kapal selam dan berpotensi mengalami bencana dalam perjalanan ke Titanic.
Kapal selam Titan OceanGate hilang satu jam 45 menit setelah menyelam menuju ke bangkai kapal Titanic, Ahad (18/6/2023).

Senin (19/6/2023), mulai pencarian besar-besaran yang dipimpin oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS).
Kamis (23/6/2023), Penjaga Pantai AS mengumumkan bahwa mereka telah menemukan puing potongan Titan dan telah meledak selama misinya. Semua penumpang berjumlah lima orang dilaporkan tewas.
Kamis malam waktu setempat, Wall Street Journal melaporkan bahwa Angkatan Laut AS mendengar suara seperti ledakan pada sistem sonar rahasia hari Ahad (18/6), hanya beberapa jam setelah kapal selam itu kehilangan komunikasi dengan kapal induknya.
Butuh waktu hingga hari Kamis untuk mengerahkan kendaraan remot jarak jauh, ROV (remotely operated vehicle), yang tepat ke tempat kejadian untuk memastikan bahwa suara ledakan dengan puing-puing Titan.
"Kapal selam Titanic yang hilang pada hari Minggu dengan lima orang di dalamnya, mengalami ledakan dahsyat, menewaskan semua orang di dalamnya," kata Laksamana Muda Penjaga Pantai Amerika Serikat, John Mauger, Kamis (22/6/2023) waktu setempat, dikutip dari CNN.
Menurut laporan, kapal selam robot yang digunakan tim pencari, menemukan bangkai kerucut ekor Titan sekitar 1.600 kaki (488 meter) dari Haluan Titanic, 2,5 mil (4 km) di bawah permukaan, di sudut terpencil Atlantik Utara.
Semua penumpang Titan yang dilaporkan tewas: Stockton Rush (CEO penyelenggara tur Ekspedisi OceanGate), miliarder dan penjelajah Inggris, Hamish Harding (58); pengusaha kelahiran Pakistan, Shahzada Dawood (48) dan putranya Suleman Dawood (19), keduanya berkewarganegaraan Inggris; dan Paul-Henri Nargeolet (77) ahli kelautan Prancis dan pakar Titanic terkenal, telah mengunjungi bangkai kapal tersebut puluhan kali.
John Mauger, dalam laporan Reuters, mengatakan, kapal selam robot yang dikendalikan dari sebuah kapal Kanada menemukan puing-puing kapal selam Titan di dasar laut pada Kamis (22/6/2023) pagi waktu setempat.
John Mauger mengungkapkan, lima fragmen utama Titan berukuran 22 kaki (6,7 meter) ditemukan dalam bentuk bidang puing-puing yang tersisa dari kehancurannya. Ini termasuk kerucut ekor kapal dan dua bagian lambung kapal. Tidak disebutkan apakah ada sisa-sisa jasad manusia yang terlihat.
"Bidang puing-puing di sini konsisten dengan (hasil atau akibat) ledakan dahsyat kapal," kata Mauger.
Pihak OceanGate juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada yang selamat di antara lima orang yang berada di dalam Titan, termasuk pendiri dan kepala eksekutif perusahaan OceanGate, Stockton Rush, yang mengemudikan kapal selam mungil tersebut.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




