Kamis, 27 Juli 2023 19:20

Hadiri AAC di Makassar, Menteri PUPR Dorong Kolaborasi Regional dalam Pembangunan Berkelanjutan

Editor : Nurdin Amir
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono hadir secara khusus di Kota Makassar untuk menghadiri ASEAN Architect Congress (AAC) atau Kongres Arsitek ASEAN ke-4, Kamis (27/07/2023).
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono hadir secara khusus di Kota Makassar untuk menghadiri ASEAN Architect Congress (AAC) atau Kongres Arsitek ASEAN ke-4, Kamis (27/07/2023).

Arsitek ASEAN diharapkan untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi pembangunan yang indah dan berkelanjutan.

Jejakfakta.com, Makassar - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono hadir secara khusus di Kota Makassar untuk menghadiri ASEAN Architect Congress (AAC) atau Kongres Arsitek ASEAN ke-4, Kamis (27/07/2023).

Acara yang berlangsung selama 4 hari sejak 26 Juli 2023 ini, bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara arsitek negara-negara anggota ASEAN dalam upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan di masing-masing wilayah.

Kongres ini menjadi forum untuk membahas isu-isu kunci terkait perencanaan kota, pengembangan infrastruktur dan arsitektur yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Baca Juga : Plt Dirut PDAM Makassar Hadiri ADB Press Tour di IPALD Losari

Para ahli, praktisi, dan pejabat dari negara-negara anggota berkumpul untuk berbagi pengalaman, ide, dan inovasi terkini yang dapat diterapkan dalam konteks regional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, kontribusi arsitek dalam pembangunan Indonesia saat ini sangat dibutuhkan. Mulai dari pembangunan jembatan, terowongan, gedung-gedung, bendungan, hingga jalan tol.

Bukan hanya fokus pada desain semata, tapi juga menekankan estetika. Menciptakan bangunan yang indah secara visual, juga melibatkan keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026

"Apalagi sekarang ini ke depan tagline untuk pembangunan kita adalah kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan. Jadi estetika ini sangat-sangat dibutuhkan," ungkap Basuki.

"Misalnya kita bangun gedung, kalau hanya beton-beton, pasti tidak akan diterima oleh Presiden. Makanya kita pakai batu alam. Perkuatan tebing di jalan-jalan juga kita harus desain dengan baik, tidak hanya dengan kekuatan tebing dan beton, tidak boleh," tegasnya.

Basuki berharap hasil dari kongres ini akan menjadi langkah maju yang signifikan bagi arsitek ASEAN untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi pembangunan yang indah dan berkelanjutan.

Baca Juga : Dulu Ditertibkan, Kini Diberi Ruang Usaha: Appi Hidupkan Ekonomi Rakyat Lewat CFD Jalan Rusa

"Jadi semua arsitek ke depan ini memang sangat dibutuhkan karena orang demand-nya sudah bukan fungsional lagi tapi estetikanya akan lebih dikedepankan," pungkas Basuki.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, tuan rumah penyelenggara Kongres Arsitek ASEAN (ASEAN Architect Congress) berharap, melalui kongres ini akan lahir sebuah kesepakatan masyarakat ASEAN di bidang arsitek.

Menurut Danny Pomanto, sapaan akrabnya, ada banyak hal yang perlu diatur untuk mendukung profesi arsitek agar lebih baik ke depannya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Raih Grand Baznas Award 2026, Targetkan Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional

"Kita harap memang akan lahir declaration of Makassar, sebuah kesepakatan utamanya untuk profesi arsitek. Perlu banyak regulasi lokal karena ini dari masyarakat ASEAN, makanya kita bertukar soal pengalaman regulasi, me-matching-kan regulasi agar momentum ini banyak berbicara yang bersifat legal," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Basuki Hadimuljono #Kongres Arsitek ASEAN #Kota Makassar #perencanaan kota #pengembangan infrastruktur #pembangunan berkelanjutan
Youtube Jejakfakta.com