Selasa, 08 Agustus 2023 12:47

Sawah Mulai Mengering, Pemprov Sulsel Sediakan Program 100 Ribu Hektar Lahan Penyangga

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Sawah Mengering. Salah satu lahan pertanian di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap yang mengalami kekurangan air.  Selain karena akses irigasi yang tidak ada juga diakibatkan kemarau panjang. @Jejakfakta/Rahman Kulo
Sawah Mengering. Salah satu lahan pertanian di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap yang mengalami kekurangan air. Selain karena akses irigasi yang tidak ada juga diakibatkan kemarau panjang. @Jejakfakta/Rahman Kulo

Petani minta perhatian akses air untuk lahan pertanian, tidak hanya bantuan benih.

Jejakfakta.com, Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut kemarau panjang puncaknya hingga bulan September nanti. Kemarau tersebut bisa menyebabkan kekeringan di berbagai daerah, sehingga dapat berdampak pada sektor pertanian.

Untuk mengantisipasi dampak El Nino tersebut, Pemprov Sulsel membuat program 100 ribu hektar untuk lahan pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Imran Jauzi, mengatakan, saat ini ada beberapa wilayah di Sulawesi Selatan yang berpotensi mengalami kekeringan, sehingga untuk mengantisipasi ketersediaan pangan nasional, pihaknya menyediakan 100 ribu hektar untuk lahan penyangganya.

Baca Juga : HUT ke-357 Sulsel, Plt Bupati Gowa dan Ketua TP PKK Meriahkan Kirab Swasembada Pangan

"Ada zona merah, ada zona hijau. Itu per spot-spot (titik-titik), desa ini, desa ini. Kenapa zona merah karena 3 tahun terakhir itu rata-rata 5 ribu hektar itu yang kekeringan karena El Nino, tidak bisa panen," ujar Imran kepada Jejakfakta saat ditemui di Kantornya di Jalan Amirullah Makassar, Selasa (8/8/2023).

"Makanya program pemerintah ada namanya penambahan 100 ribu hektar luas tanam untuk menutupi kegagalan panen di tempat itu," sambungnya.

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPH Bun Sulsel, Muh. Syarifuddin mengatakan, dari 100 ribu hektar program Pemprov Sulsel itu sudah banyak yang tersalur.

Baca Juga : Wabup Puspawati Promosikan Produk Unggulan Luwu Timur di Sulsel Expo & Culinary

"Dari 100 ribu hektar atau 2 juta setengah hektar ton yang disediakan Pemprov itu tersisa yang belum tersalur 19.193 hektar," kata Syarifuddin kepada jejakfakta.com di Makassar, Senin (7/8/2023) kemarin.

Selain Bantuan Provinsi, kata Syarifuddin, Pemerintah Pusat turut menyuplai bantuan sebesar 46 ribu hektar untuk benih padi.

"Ada juga bantuan benih dari pusat 46 ribu hektar lebih. (Yang sudah) terealisasi 13.345 hektar," katanya.

Baca Juga : Darmawangsyah Muin Sambut Sulsel Cup 2026, Gowa Jadi Pusat Sepak Bola Sulsel

Dampak El Nino, kata Syarifuddin, secara keseluruhan di wilayah Sulawesi Selatan belum mengalami dampak secara signifikan. Namun, untuk dibeberapa wilayah berpotensi mengalami dampak seperti Kabupaten Jeneponto dan Soppeng.

"Sampai sekarang ini belum ada kategori padi mengalami kekeringan," katanya.

Berdasarkan pantauannya saat ini, masalah yang dihadapi sebagai warga di Sulawesi Selatan itu soal irigasi. "Di jeneponto juga itu ada bermasalah sama seperti yang di Pinrang karena irigasinya," ujarnya.

Baca Juga : BPBD Makassar Salurkan 5,1 Juta Liter Air Bersih, Jangkau 97 Ribu Jiwa di 62 Kelurahan

Sawah Mulai Mengering di Sidrap

Rahman, salah satu petani padi di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap mengaku saat ini mengalami kekurangan air. Ia beralasan, selain karena akses irigasi yang tidak ada masuk di ladang sawahnya, juga diakibatkan kemarau panjang.

"Sekarang ini susah air. Di sini berbeda dengan wilayah lain di Sidrap yang masih terjangkau air ledeng. Kami di sini hanya menunggu tadah hujan," keluh Rahman kepada Jejakfakta.com via telepon, Senin (7/8/2023).

Baca Juga : Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo untuk Air Baku

Bagi Rahman, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan benih, tapi yang paling penting menjadi perhatian adalah akses air untuk lahan pertanian di daerahnya.

"Biar berapa bantuan pemerintah soal benih kalau tidak ada akses air masuk ke sawah. Saat ini hanya mengandalkan yang di atas agar hujan segera turun," jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#BMKG Wilayah IV Makassar #kemarau panjang #kekeringan #sektor pertanian #Pemprov Sulsel #program 100 ribu hektar #benih padi #Kabupaten Sidrap #kekurangan air
Youtube Jejakfakta.com