Sabtu, 12 Agustus 2023 07:44

Penyebab Indonesia Tak Masuk Peringkat 50 Besar Keamanan Siber

Ilustrasi. (gambar: digitaluppercut)
Ilustrasi. (gambar: digitaluppercut)

Indonesia saat ini hanya mampu mencetak 100 ribu sampai 200 ribu talenta digital per tahun. Seharusnya Indonesia melahirkan 600 ribu talenta digital per tahun untuk memenuhi kebutuhkan 9 juta talenta digital pada tahun 2030.

Jakarta - Indonesia tidak termasuk dalam peringkat 50 besar keamanan siber secara global.

Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, dalam program Profit CNBC Indonesia, Jumat (11/8/2023), mengatakan, tiga kelemahan Indonesia di bidang siber: kurangnya sumber daya manusia bertalenta digital, lemahnya adopsi teknologi, dan minimnya anggaran.

Indonesia saat ini hanya mampu mencetak 100 ribu sampai 200 ribu talenta digital per tahun. Seharusnya Indonesia melahirkan 600 ribu talenta digital per tahun untuk memenuhi kebutuhkan 9 juta talenta digital pada tahun 2030. 

Baca Juga : Diskominfo Makassar Gelar Kampanye Literasi Keamanan Siber untuk Pelajar SMP

"Kominfo jaman pak Rudiantara sudah pernah menghitung. Indonesia dalam 10 tahun butuh 9 juta talenta digital. Dari 9 juta kemampuan kita bergerak naik 30 ribu ke 60 ribu per tahun," kata Andi.

Segi anggaran, kata Andi, pertahanan siber Indonesia hanya Rp 7 triliun. Jumlah itu merupakan gabungan dari kementerian/lembaga yang menangani soal dunia maya: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Kominfo, TNI dan Polri, hingga intelijen.

"Yang menjalankan fungsi terbesarnya adalah BSSN, tapi justru unit-unit ini memiliki anggaran terkecil sekitar Rp 700 miliar dari kebutuhan Rp 3 triliun," kata Andi.

Baca Juga : Bank Sulselbar dan Pemkab Bulukumba Berikan Reward kepada Agen Laku Pandai dengan Transaksi Tertinggi

Menurut Andi, kurangnya SDM digital dan anggaran membuat adopsi teknologi bermasalah. 

"Itu masalah terberat untuk Indonesia hari ini," tegas Andi. (npb/npb | Sumber: CNBC Indonesia).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Andi Widjajanto #Gubernur Lemhannas #Keamanan Siber #Badan Siber dan Sandi Negara
Youtube Jejakfakta.com