Jejakfakta.com, Makassar - Andi Sudirman Sulaiman akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) besok, Selasa (05/09/2023). Keberhasilan dalam sektor pembangunan infrastrukur jalan yang menjadi skala prioritasnya, namun sejumlah sorotan juga menjadi catatan publik selama menjabat orang nomor satu di Sulsel.
Ketua Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan (YPMP) Sulsel, Aflina Mustafainah menyoroti kebijakan Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman terkait problem perempuan belum dilihat sebagai isu krusial di Sulsel.

"Anggaran DP3APPKB belum mendapatkan alokasi anggaran yang memadai terkait fungsi koordinasi mereka kepada berbagai dinas untuk memainstreamkan isu gender ke dalam program dan kebijakan lembaga masing-masing juga ke level DP3A di kabupaten/kota," ujar Pino sapaan akrab Aflina Mustafainah kepada Jejakfakta, Senin (04/09/2023).
Baca Juga : Hadiri Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, Bupati Irwan Dorong ASN Perkuat Nilai Keagamaan

"Kebijakan Gubernur juga tidak mengarah pada perbaikan derajat hidup perempuan baik secara welfare dan wellbeing," sambungnya.
Dari aspek budaya, kata Pino, Gubernur juga tidak menghargai budaya ragam gender yang telah berkembang sejak zaman Sawerigading.
"Dupa yang mengiringi penyelenggaraan budaya juga tidak dibolehkan dalam kegiatan- yang dia hadiri. Artinya dia memberi kesan tak baik bagi perawatan budaya di Sulawesi Selatan," katanya.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka Menag RI di Makassar
Diketahui, 28 Maret 2023, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman disebut menolak tokoh spiritual Bugis atau biasa disebut Bissu di peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-692.
Untuk diketahui, pada peringatan Hari Jadi Bone tahun-tahun sebelumnya, Bissu memiliki beberapa peran penting dalam proses ritual, mulai dari massimang atau melapor ke raja atau bupati untuk meminta izin mallekke wae atau mengambil air di 7 sumur, yang kemudian dibuat bermalam dan dinetralisir di wadah tujuh guci.
Selanjutnya, Bissu melakukan ritual matteddu arajang atau membangunkan arajang sebelum diambil di tempat tidurnya seluruh benda pusaka, baru diiringi musik ke tempat mattompang atau panre besi yang dipercayakan untuk membersihkan.
Baca Juga : Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
Kemudian pada puncak perayaan Hari Jadi Bone, Bissu membawa baki yang berisi benda pusaka seperti Lateya Riduni dan Lamakkawa untuk ditunjukkan kepada tamu kehormatan seperti Gubernur Sulsel.
Setelah itu mereka melakukan tarian maggiri, sembari panre besi membersihkan seluruh benda pusaka.
Diketahui, masa jabatan Andi Sudirman Sulaiman berakhir 5 September 2023. Presiden Jokowi telah menunjuk Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar, sebagai Penjabat Gubernur Sulsel. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



