Ahad, 03 Desember 2023 21:26

Pj Gubernur Bahtiar Tinjau Stasiun Pasang Surut Air Laut Pendeteksi Dini Tsunami

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Perikanan Boddia, Kabupaten Takalar, Minggu (3/12/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Perikanan Boddia, Kabupaten Takalar, Minggu (3/12/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Nelayan minta dibuatkan pemecah ombak di luar tanggul untuk berlabuh atau tempat sandar perahu-perahu.

Jejakfakta.com, Takalar -- Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Perikanan Boddia, Kabupaten Takalar, Minggu (3/12/2023).

Bahtiar menyampaikan, Nelayan Sulsel lebih 200 ribu orang. Di Takalar terdapat 16 ribu orang karena banyaknya yang memiliki mata pencaharian di bidang ini, sehingga kelautan dan perikanan harus menjadi perhatian. Jika bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, maka kesejahteraan Sulsel akan maju.

"Jadi itu semakin membuat kita harus lebih konsentrasi, ternyata pantai kita luas dan panjang, serta potensinya besar sekali. Takalar saja 74 kilometer," kata Bahtiar, dalam keterangannya.

Baca Juga : Didampingi Sofha Marwah, Pj Gubernur Sulsel Hadiri HUT Takalar Ke-64 Tahun

Kemudian ia menyampaikan, dalam jangka panjang pelabuhan harus dikelola secara profesional. Tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD dan APBN, tetapi harus cari solusi alternatif lainnya.

Di tempat ini ia juga meninjau Stasiun Pasang Surut Air Laut, alat yang salah satu fungsinya untuk mendeteksi dini tsunami (Early warning system/Ina-TEWS).

"Ini dihadirkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan BMKG dan Kemenhubla. Kami menggunakan sensor radar dan sensor pressure untuk menentukan ketinggian air laut," jelas Staf Badan Informasi Geospasial, Hadi Wijaya.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Pangan Pemerintah Pusat untuk Warga Miskin di Takalar

Ia menyampaikan, data ini terkirim terus menerus secara kontinyu ke database di BIG di Cibinong, Bogor. Database tersebut dibagipakaikan (sharing data) dengan BMKG. Setelah terkirim, kalau misalkan ada penurunan air yang signifikan yang turun dari biasanya, BMKG akan memberikan notice bahwa ada anomali air.

"Sehingga kami nanti di BIG sebagai penyedia data dan BMKG memutuskan dari data tersebut terkait ada atau tidaknya potensi tsunami," terangnya.

Di tempat ini Bahtiar juga bertemu dengan sejumlah nelayan serta melayani permintaan warga berfoto bersama termasuk anak-anak.

Baca Juga : Buntut Video Sekda Takalar Diduga Ajak Pilih Gibran, TPD Ganjar-Mahfud Lapor ke Bawaslu Sulsel

"Masyarakat nelayan menginginkan dengan adanya kunjungan dari Bapak Gubernur, ingin dibuatkan pemecah ombak di luar tanggul untuk berlabuh atau tempat sandar perahu-perahu nelayan," sebut Daeng Laja, salah seorang nelayan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#nelayan sulsel #Early warning system #anomali air #poteni tsunami #pemecah ombak #Kabupaten Takalar
Youtube Jejakfakta.com