Jejakfakta.com, Makassar -- Sebanyak 27 ribu nelayan yang terdata sebagai penduduk miskin dan miskin ekstrem dari 280 ribu nelayan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, Muhammad Ilyas saat Dialog Multi Pihak yang di gelar Solidaritas Perempuan Anging Mammiri (SPAM), di Makassar, Senin (11/12/2023). Menurutnya, kemiskinan di Sulsel yang paling meningkat pada sektor wilayah pesisir.

“Memasuki tahun depan (2024) wilayah pesisir akan menjadi tingkat kemiskinan yang paling tinggi di Sulsel, 27 ribu dari 280 ribu nelayan di Sulsel masih miskin itu datanya,” kata Ilyas.
Baca Juga : Pemkot Makassar Dukung Penyerahan 20 Rumah Knockdown dan Bantuan Nelayan di Untia
Menurut Ilyas, untuk mendorong penurunan kemiskinan pihaknya dan PJ Gubernur telah melakukan program yang berbentuk fisik hingga meningkatkan kualitas UMR.
“Saya sedang berpikir keras bagaimana caranya bisa meningkatkan itu pendapatannya di atas UMR di Sulsel,” ujarnya.
Ilyas menjelaskan, beberapa program tersebut dibuat untuk mengantisipasi para nelayan jika masuk musim tertentu yang membuat nelayan tidak turun ke laut.
Baca Juga : Warga Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Menang, MK Menolak Gugatan PT GKP untuk Merevisi UU PWP3K
“Nah, tujuan budidaya ini untuk memberikan pekerjaan alternatif kepada nelayan termasuk pada musim-musim di mana mereka tidak bisa menangkap ikan, ada pekerjaan sampingan, termasuk istri atau anaknya bisa kelola dalam bentuk lahan terpal,” terangnya.
Berikut program prioritas sektor kelautan dan perikanan memasuki 2024 untuk menghadapi masyarakat miskin khususnya nelayan di Sulsel:
1. Rumah ikan sebanyak 5.728 orang
Baca Juga : BMKG Makassar Ingatkan Dampak El Nino di Wilayah Pesisir, Waspada Kebakaran
2. Budidaya rumput luat, kolam tepat dan KJA/D sebanyak 3.330 orang
3. Sentra garam sebanyak 60 orang, potensi peluang tenaga kerja dapat menyerap 980 orang
4. Asuransi nelayan sebanyak 10 ribu orang
Saat ini, DKP Sulsel telah mendata sebanyak 28.248 orang masyarakat pesisir miskin dan akan diintervensi pada tahun 2024 sebesar 67,57 persen masyarakat pesisir miskin dan miskin ekstrem.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




