Jejakfakta.com, Makassar -- Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi provinsi prioritas nasional dalam penanganan kasus Tuberkolosis (TB) setelah masuk menjadi provinsi dengan urutan ke-9 penemuan kasus TB di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Yamali TB Sulsel, Kasri Riswadi saat konferensi pers, Kamis (15/12/2023).

“Sulsel ke 9 tingkat TB, tapi kami belum liat pasti datanya, namun secara perkiraan dan penemuan kasus naik masih menjadi provinsi prioritas dari 7 provinsi, Sulsel dan Sumut menjadi prioritas nasional TB di luar pulau Jawa,” kata Kasri.
Baca Juga : Tinjau Gedung Simpurusiang, Bupati Irwan Tekankan Kualitas Pengerjaan hingga Tahap Akhir
Sementara, angka kasus TB di Indonesia naik dari tahun sebelumnya, dari 696 kasus pada tahun 2022 naik sebesar 1 juta 69 kasus di tahun 2023.
“Angkat itu menempatkan Indonesia sebagai penyumbang kasus Tuberkolosis terbesar kedua di dunia setelah Indonesia melampaui Cina sebelumnya kita berada di peringkat ketiga saat ini berada diurutkan ke dua,” terangnya.
Kasri menuturkan program penanggulangan TB yang menjadi program nasional pemerintah Sulsel, melibatkan semua sektor sesuai dengan Peraturam Presiden (Perpres) no 67 tahun 2021 tentang pengangguran TB.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Budaya Keamanan Siber ASN Lewat Webinar Cyber Security Awareness 2026
“Dalam satu kasus setidaknya kami menginvestigasi satu kasus TBC 8-20 orang. Kami ada pengukuhan dan kampanye sosial media segala platform kita gunakan,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab (PJ) TB Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Andi Julia Junus menyebut Indonesia menjadi peringkat ke dua karena sebanyak 80 persen kasus baru TB telah terkonfirmasi sepanjang tahun 2023.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, bahwa Kepulauan Selayar menjadi kabupaten dengan tingkat kasus TB tertinggi di Sulsel dengan jumlah 75,8 persen sedangkan Kabupaten Maros terendah sebanyak 25,7 tahun 2023.
Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri HLM TPID Sulsel, Tegaskan Komitmen Stabilitas Harga Jelang Iduladha
“Pelayanan penemuan kasus suspensi harus di layanan dengan standar, jadi kita sudah memberikan jumlah suspek yang harus ditemukan dan dilakukan standardisasi secara bakteriologis diperiksa dengan tes cepat kurikuler,” kata dr. Juli sapaan akrabnya.
Sedangkan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Sulsel, dr. Juli menyebut baru 4 kabupaten yang telah mencapai SPM tersebut yakni kabupaten Sidrap, Wajo, Parepare, dan Pangkep. Sedangkan SPM yang tidak memenuhi standar yakni kabupaten Tanah Toraja, Toraja Utara, Bulukumba dan Enrekang.
“Ini menjadi pekerjaan rumah untuk Bupati atau Wali kota, mereka harus kejar seratus persen penyembuhan, semoga ada informasi yang mereka dapat menjadi fokus untuk daerah-daerah yang paling bawa dari target yang kita capai,” tegas Juli.
Baca Juga : Komitmen Perlindungan Anak, TP PKK Luwu Timur Ikut Dorong Percepatan Imunisasi Zero Dose di Sulsel
Meski demikian, Juli menyebut pihaknya dan berbagai organisasi yang peduli terkait kasus TB telah berhasil melakukan pengobatan dan mendampingi pasien TB sehingga angka penyembuhan telah mencapai 90,53 persen.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




