Jejakfakta.com, Maros -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros membangun posko gabungan bersama Satuan Tugas (Satgas) BPBD dan TNI-POLRI untuk mengantisipasi bencana. Ada 8 kecamatan yang menjadi titik rawan bencana.
Kecamatan yang dimaksud tersebut, yaitu Kecamatan Bontoa, Kecamatan Lau, Kecamatan Maros Baru, Kecamatan Turukale, Kecamatan Marusu, Kecamatan Moncongloe, Kecamatan Simbang dan Kecamatan Bantimurung.

“Setiap tahun hampir delapan kecamatan yang masuk dalam zona rawan bencana dan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Maros, Fadli kepada Jejakfakta.com, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga : Dua Remaja Putri Maros Tenggelam di Air Terjun Jami, Tim Pencarian Terkendala Cahaya
Untuk mengantisipasi adanya korban, pihaknya telah melakukan pengecekan di wilayah-wilayah yang paling terdampak.
“Kalau daerah rawan sudah kita evaluasi untuk beberapa wilayah tertentu, yang rawan bencana setiap tahunnya terdampak di kabupaten Maros,” ucapnya.
Meski demikian, Fadli mengungkapkan telah membangun posko utama gabungan dari stockholder yakni Satuan Tugas (Satgas) BPBD dan TNI-POLRI.
Baca Juga : Jembatan Hanyut, Bupati Maros Perintahkan Bantu Warga yang Terisolir di Desa Rompegading
“Kondisi sekarang belum (parah) karena kondisi banjir belum terlaku menonjol kemarin. Tapi untuk saat ini kami masih menggunakan posko di kantor,” ujarannya.
“Kecuali dalam kondisi tertentu sudah memasuki status tanggap darurat bencana, itu biasanya kita bentuk posko yan lebih besar lagi yang mencakup banyak hal termasuk logistik, misalnya gedung atau ruang yang besar,” sambungnya.
Sungai Tompobulu Meluap
Baca Juga : BPBD Maros Siagakan 125 Mobil untuk Suplai Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan
Sementara itu, Fadli menjelaskan kejadian air sungai Tompobulu yang meluap pada Senin (15/1/2024) kemarin disebabkan curah hujan yang tidak berhenti selama dua hari.
“Karena curah hujan yang sangat tinggi di hulu, daerah pengunungan sehingga mengakibatkan tumpahan air yang banyak dari hulu ke sungai yang ada di Tompobulu meluap,” terangnya.
Akibat dari meluapnya air di sungai Tompobulu tersebut, pihaknya sempat mengeluarkan imbauan siaga satu di wilayah kota Kabupaten Maros.
Baca Juga : Akibat Jalan Terendam Air, Jenazah di Maros Dibawa ke Rumah Duka Menggunakan Perahu Karet
“Limpahan banjir dari atas memang sempat sampai (di kota) Kabupaten Maros, untungnya kemarin tidak ikut hujan di daerah kota, jadi air sungai sempat terdampak beberapa meter langsung naik tetapi kondisi tertentu air tersebut stagnan dan kemudian hari ini sudah mulai turun kembali,” bebernya.
BPBD Maros tetap imbau kepada warga terutama di lokasi yang menjadi titik rawan bencana untuk berhati-hati dalam beraktivitas.
“Kami menghimbau karena menurut prediksi BMKG bahwa kondisi seperti ini akan berlanjut sampai tanggal 20, oleh karena itu untuk seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar berhati-hati dan lebih siaga khususnya dalam berkendara ketika terjadi musim hujan dan angin kencang,” imbuhnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




