Jejakfakta.com, Gowa -- Tiga Tim Pemenangan Daerah (TPD) Capres-cawapres 2024 di Sulawesi Selatan unjuk ide dan gagasan dihadapan sejumlah mahasiswa dan perwakilan organisasi masyarakat sipil.
Adu gagasan ketiga TPD Capres-cawapres ditampilkan dalam konsep Festival Pemilu dengan tema "Bincang Gagasan untuk Sulawesi Selatan" yang diselenggarakan oleh LAPAR Sulsel, Bijak Memilih dan ThinkuB Makassar di Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Univeritas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jumat (26/1/2024) kemarin.

Moderator Tenri Wuleng dalam pembahasan pertama meminta masing-masing Tim pemenangan menyampaikan gagasan para kandidatnya untuk masa depan Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Tinjau Gedung Simpurusiang, Bupati Irwan Tekankan Kualitas Pengerjaan hingga Tahap Akhir
TPD Anis-Muhaimin Sulawesi Selatan, Rijal Djamal mengusung gagasan "Adil dan Makmur". untuk semua.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa visi misi AMIN menekankan konsep keadilan untuk segala sektor seperti keadilan ekonomi hingga pendidikan.
"Kenapa adil karena hampir kita hari ini melihat disemua sektor terjadi ketidakadilan, mulai pendidikan, ekonomi maupun yang lain. Olehnya kenapa Anis-Muhaimin dan Tim mengggagas Indonesia Adil karena inilah dasarnya yang dibutuhkan Indonesia," ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Budaya Keamanan Siber ASN Lewat Webinar Cyber Security Awareness 2026
Lanjut Rijal Djamal, keadilan untuk segala sektor jalan bagi kemakmuran. Untuk itu, gagasan keadilan yang ditawarkan Anis-Muhaimin jalan menuju kemakmuran bagi masyarakat.
"Bagaimana mungkin mau menciptakan makmur kalau tidak ada keadilan. Makanya selama ini terjadi konflik itu karena tidak ada keadilan. Misalnya kenapa biasa ada (Mahasiswa) demo itu karena tidak ada keadilan," terangnya.
Sementara Tim pemenangan Daerah (TPD) Prabowo-Gibran Sulawesi Selatan, Roedy Rustam mengusung gagasan "Indonesia Emas" dengan proyeksi 2045 mendatang.
Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri HLM TPID Sulsel, Tegaskan Komitmen Stabilitas Harga Jelang Iduladha
Roedy Rustam menyampaikan pemindahan Ibu Kota Baru yang direncanakan di Kalimantan itu akan berefek baik. Sekitar 1,5 juta pekerja akan dipindahkan ke sana.
"Proyek IKN adalah proyek finalisasi dari bonus demografi. 15 sampai 20 tahun bonus demografi ada di puncaknya maka IKN adalah simbolnya dimana pembangunan tidak lagi Jawa sentris," jelasnya.
Kemudian ia menekankan bahwa pemindahan ibu kota akan berdampak baik untuk Sulawesi Selatan. Sebab, sejumlah pangan di Sulawesi Selatan berpotensi terekspor ke sana.
Baca Juga : Komitmen Perlindungan Anak, TP PKK Luwu Timur Ikut Dorong Percepatan Imunisasi Zero Dose di Sulsel
"Satu juta lima ratus pekerja akan dipindahkan ke Kalimantan. Indonesia akan dipindahkan ke sana dan siapa yang paling mensupport IKN adalah Sulawesi Selatan sebagai penopang," terangnya.
"Anda bayangkan sampai detik ini lumbung pangan di Kalimantan masih sangat sedikit. Jangankan Padi, tomat dan cabe masih sangat diimpor ke sana termasuk Sulawesi Selatan, dari Makassar untuk Kalimantan," sambungnya.
Sementara Tim pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Sulawesi Selatan, dr Udin Saputra Malik ia justru menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan track record.
Baca Juga : Siaga El Nino, BPBD Gowa Perkuat Koordinasi Cegah Krisis Air hingga Karhutla
Dalam penjelasannya ia menyinggung problem penerapan ekonomi rakyat. Menurutnya, kegagalan penerapan ekonomi rakyat dikarenakan tidak ada keseriusan dalam menjalankan apa yang diucapkan. Dengan kata lain, ucapan dan perbuatan tidak sejalan.
Dengan begitu, ia menekankan pentingnya melihat track record (rekam jejak) setiap para kandidat Capres-cawapres.
"Saya yakin bahwa orang yang memilih pemimpin kita harus melihat track record. Kemarin pak Mahfud bilang kalau kita akan mau menerapkan ekonomi kerakyatan lihat apakah pemimpin tersebut telah menerapkan ekonomi kerakyatan," jelasnya
"Prinsipnya sat-set dan tas tes. ini harus didukung. Hrus kita lihat track record-nya dan yang paling komprehensif yang lihat adalah pak Ganjar Mahfud," sambungnya.
Diketahui, rangkaian kegiatan bincang gagasan ini juga menghadirkan sejumlah Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




