Jejakfakta.com, Makassar -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyebut sebanyak tujuh daerah yang mengalami bencana di Sulawesi Selatan. Masyarakat diminta waspada potensi Bencana Hidrometeorologi.
Suharyanto menyebut ketujuh daerah tersebut, di antaranya Kabupaten Enrekang, Sidrap, Wajo, Pinrang, Sinjai, Luwu Utara dan terparah Kabupaten Luwu.

"Ada 7 wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami bencana rata-rata banjir bandang, tanah longsor, bahkan juga ada yang tanah bergerak," kata Suharyanto usai rapat koordinasi penanganan darurat bencana di ruang pola Gubernur Sulsel, Senin (6/5/2024).
Baca Juga : Pemkot Makassar Kejar Lahan "Clear and Clean", Jembatan Barombong Siap Dibangun 2027
Suharyanto menuturkan bahwa hingga dua minggu kedepan curah hujan diprediksi masih tinggi, sehingga masyarakat yang terdampak bencana untuk tetap waspada.
“Prediksinya dikatakan seminggu sampai dua minggu kedepan masih akan ada hujan tinggi. Daerah yang kemarin dilanda bencana harus tetap waspada," ujarnya.
Saat ini, Suharyanto mengatakan bahwa Pemprov Sulsel telah menetapkan ketujuh daerah yang terdampak bencana alam tersebut pada status tanggap darurat.
"Secara umum untuk tanggap darurat sudah dilakukan semua. Yang sekarang masih agak berat adalah Kabupaten Luwu dan Luwu Utara, semula ada beberapa desa yang tadi terisolir karena jembatan atau penghubungnya putus tetapi tadi dari informasi terakhir sore ini sudah tersisa satu desa," ungkapnya.
BNPB telah menambah dua Helikopter dan satu pesawat Caravan untuk fokus membawa bantuan logistik dan melakukan evakuasi pada masyarakat yang terisolir. @Jejakfakta/dok. TNI-AU
Sementara, pada penanganan bantuan logistik, Suharyanto mengatakan pihaknya mengalami kendala karena jalur darat yang tidak dapat diakses. Namun, ia memastikan bantuan tersebut bisa sampai kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.
Baca Juga : Kementerian ATR/BPN dan KPK Gencarkan Transformasi Layanan Pertanahan di Sulsel
"Karena jalur darat putus, maka kita gunakan jalur udara ada helikopter dari TNI AU yang sudah dikerahkan. Kemudian dari Polri juga ya dari Polda Sulsel," ujarnya.
Bahkan saat ini, BNPB telah menambah dua Helikopter dan satu pesawat Caravan untuk fokus membawa bantuan logistik dan melakukan evakuasi pada masyarakat yang terisolir.
"Balai PUPR sudah juga dimobilisasi alat-alat berat untuk kembali menyambungkan jembatan-jembatan itu yang terputus, memang perlu waktu ya, tapi dengan dikerjakan segera mungkin mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama," pungkasnya.(*)
Baca Juga : Bupati Irwan Teken Komitmen Pengolahan Sampah, Dorong Warga Jadi Garda Terdepan Kebersihan Luwu Timur
Proses evakuasi pada masyarakat yang terdampat banjir yang terisolir di Kabupaten Luwu. @Jejakfakta/dok. TNI-AU
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




