Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Pasangan calon nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi (Andalan Hati), tidak hadir dalam acara "Tudang Sipulung" yang diselenggarakan oleh Setara Institute lantaran bertabrakan dengan padatnya jadwal kampanye.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara paslon nomor urut 2, Muhammad Ramli Rahim saat dikonfirmasi jurnalis Jejakfakta, Kamis 21 November 2024.

"Jadwal kampanye sangat padat. Sudah ada terjadwal sampai ujung sehingga kita tidak bisa memenuhi semua permintaan," ujarnya
Baca Juga : Wabup Puspawati Promosikan Produk Unggulan Luwu Timur di Sulsel Expo & Culinary

Meski demikian, Muhammad Ramli mengaku bahwa pasangan Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi, berkomitmen memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, misalnya kelompok disabilitas.
"Kelompok disabilitas di-visi-misi jelas bahwa 'Andalan Hati' memberikan perhatian khusus terhadap kelompok Disabilitas. (Termasuk) persoalan kemiskinan (yang) memang sudah ditangani terus-menerus,"ujarnya
"Kelompok rentan di Sulsel selama pak Andi Sudirman menjabat tidak ada yang terzalimi," tambahnya
Baca Juga : Darmawangsyah Muin Sambut Sulsel Cup 2026, Gowa Jadi Pusat Sepak Bola Sulsel
Kemudian untuk minoritas agama, kata Ramli, juga mengaku bahwa ditangan pasangan nomor urut 2 semua kelompok agama terlayani secara adil tanpa membedakan satu sama lain.
"Kalau 'Andalan Hati' persoalan keagamaan terlayani semuanya. Jadi semuanya akan dilayani dengan baik dalam kesetaraan," katanya
Lanjut Ramli, termasuk kepercayaan lokal yang ada di Sulawesi Selatan. Ia mengaku bahwa kelompok 'kepercayaan' yang ada di Sulawesi Selatan selama ini baik-baik saja.
Baca Juga : Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat
"Selama ini mereka tidak diganggu. Mereka tetap menjalani fungsinya. Jadi tidak ada persoalan buat kami disitu. Yang masalah itu ketika mereka diusir dari Sulawesi Selatan," tuturnya
Ditegaskan kembali Ramli bahwa pasangan Andalan Hati berkomitmen berkolaborasi untuk semua pihak, termasuk kelompok rentan dalam sama-sama terlibat membangun Sulawesi Selatan.
"Kami membangun keseimbangan untuk semua, tidak ada hal. Jadi semua akan terlibat dalam proses pembangunan menuju Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter," pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



