Jejakfakta.com, Makassar - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan, kembali memberikan kritikan kepada pemerintah Sulawesi Selatan, terkait bencana banjir yang terjadi di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Menurut Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, Gubernur Sulawesi Selatan, Gagal melindungi rakyat dari ancaman bencana. Selain itu, Amin juga mengatakan bahwa Gubernur Sulsel, gagal membuat Sulsel aman dan tangguh dari bencana.

“Tidak ada komentar yang tepat melainkan kegagalan Gubernur Sulsel membuat warga Sulsel aman dari bencana. Di Gowa, longsor telah mengakibatkan 3 orang meninggal,” ujarnya.
Baca Juga : Tokoh Adat Rongkong dan OMS Bersatu Tolak Geothermal: Ancaman bagi Hutan, Lahan Pertanian, dan Ritus Leluhur
Menurut Amin, gubernur pasti mengetahui bahwa saat ini, Sulsel juga mengalami perubahan iklim yang ekstrim atau dengan kata lain krisis iklim. Namun, gubernur tidak memiliki trobosan untuk membuat Sulawesi selatan tangguh dalam menghandapi krisis iklim ini.
“Saya amati, tidak ada gerakan yang dibangun pemerintah Sulsel untuk membuat Sulsel bebas dari bencana. Artinya, secara tidak langsung, gubernurlah yang melestarikan bencana di Sulawesi Selatan," katanya.
Selain itu, Amin mengatakan bahwa penanganan bencana yang dilakukan pemerintah sangat bias darat. Gubernur Sulawesi Selatan dan juga Wali kota/Bupati hanya fokus pada bencana yang terjadi di darat. Sementara, di pesisir dan pulau-pulau kecil juga mengalami bencana yang tidak kalah mengerikan dengan yang terjadi di darat.
Baca Juga : Warga Tamalanrea Tolak PSEL Rp3 Triliun, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi Proyek
“Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar juga memperhatikan keselamatan rakyat di pulau-pulau kecil. Karena di tempat mereka juga terjadi banjir rob dan abrasi,” harapnya.
Saat ini, berdasarkan pantauan WALHI Sulsel, setidaknya ada 3 kabupaten kota yang mengalami banjir dan longsor, dan tiga orang meninggal akibat banjir dan longsor tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




