Jejakfakta.com, PANGKEP – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkep siap melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 dengan melibatkan 50 petugas lapangan. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menekankan pentingnya keakuratan data dalam survei ini saat melepas para petugas di Aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis (30/1/2025).
Dalam acara tersebut, hadir pula Sekda Pangkep Hj. Suriani, Kepala Bapelitbangda Iman Takbir, Asisten III Abbas Hasan, Kadis Sosial Asykur Abubakar, Kadis PMD Djajang, Kepala BKAD Asri, Ketua Baznas Pangkep H. Muh Arif Arfah, serta para petugas Susenas.

Bupati MYL: Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan Daerah
Baca Juga : Pemkot Makassar Borong Tiga Penghargaan di Hari Jadi Sulsel ke-356
Bupati MYL menegaskan bahwa data yang dikumpulkan harus benar-benar akurat agar dapat digunakan sebagai dasar kebijakan pembangunan daerah.
"Saya berharap data yang dihasilkan benar dan akurat. Petugas sudah dibekali cara untuk menggali informasi dari responden dengan benar, sehingga kita mendapatkan data yang valid, bukan asal-asalan," ujarnya.
Lebih lanjut, MYL menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat bergantung pada data BPS dalam merumuskan kebijakan strategis.
Baca Juga : Bank Sulselbar Dukung Digitalisasi Layanan Publik dan Pendirian MDC “HEBAT” di Pangkep
"Nantinya, setelah data ini diolah, saya akan berdiskusi dengan BPS untuk menentukan arah kebijakan tahun 2026 dan seterusnya," tambahnya.
Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Pangkep, Agus Parongrong, menjelaskan bahwa Susenas merupakan salah satu survei terbesar BPS yang dilakukan dua kali dalam setahun.
"Susenas bertujuan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk indikator kemiskinan, indeks pembangunan manusia, kesetaraan gender, dan berbagai indikator lainnya," jelasnya.
Baca Juga : Lutim Perkuat Koordinasi Tekan Inflasi, Sekda Tekankan Aksi Nyata OPD
Untuk Susenas 2025, sebanyak 50 petugas akan turun ke lapangan melakukan pendataan. Agus merinci bahwa survei akan berlangsung dalam dua tahap:
- Pemutakhiran Blok Sensus (1-7 Februari 2025) – Petugas akan memperbarui data wilayah sensus yang menjadi sampel.
- Pencacahan Sampel (8-28 Februari 2025) – Setiap blok sensus akan diambil sampel dari 10 rumah tangga untuk dilakukan wawancara lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu, Agus Parongrong juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pangkep yang mencatatkan penurunan angka kemiskinan terbesar dalam sejarah daerah tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Survei Susenas diharapkan dapat terus menjadi alat ukur yang akurat untuk menilai dampak kebijakan pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangkep ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




