Jejakfakta.com, MAKASSAR – Semangat kolaborasi dan kebersamaan menyemarakkan acara Tudang Sipulung yang digelar dalam rangka pengukuhan pengurus Badan Khusus Perwakilan Kerukunan Masyarakat Bulukumba (BKP KMB) Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta), Wakil Bupati Andi Edy Manaf, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan stakeholder yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan Kabupaten Bulukumba.

Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba Andi Utta menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Apresiasi Sinergi Kota Parepare di Hari Jadi ke-66
"Bantu saya, kita kerja untuk Bulukumba. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dan stakeholder. Melalui BKP KMB, saya berharap ada jembatan komunikasi yang kuat antara masyarakat Bulukumba di berbagai daerah dan pemerintah daerah," ujar Andi Utta pada Rabu (29/1/2025).
Tudang Sipulung, yang merupakan tradisi khas Bugis-Makassar yang berarti 'duduk bersama', menjadi momen penting untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam pembangunan daerah.
Dalam pertemuan ini, sejumlah pembicara kompeten membahas berbagai isu strategis seperti pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan peran diaspora Bulukumba dalam mendukung kemajuan daerah.
Baca Juga : Muscab FKPPI Gowa, Bupati Husniah Tekankan Soliditas dan Peran Strategis Jaga Stabilitas Daerah
Ketua BKP KMB, Hendra Pachri, menyatakan komitmennya untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah aspirasi masyarakat Bulukumba yang tersebar di berbagai daerah.
"Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam membawa ide-ide inovatif untuk kemajuan Bulukumba. Banyak putra-putri daerah yang sukses di berbagai bidang, dan kami ingin mereka ikut serta dalam membangun kampung halaman," ungkapnya.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam Tudang Sipulung adalah pola sinergitas yang efektif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pertumbuhan daerah. Para narasumber, antara lain Ketua DPP KMB Jumrana Salikki, Anggota DPRD Provinsi Sulsel H. Patudangi, dan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi, Rachmat Kaimuddin, sepakat bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk akademisi, pengusaha, dan komunitas masyarakat.
Baca Juga : Silaturahmi Lebaran Jadi Jembatan Sinergi, Bupati Gowa Rangkul Tokoh Adat Perkuat Pembangunan
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta mengajukan ide-ide kreatif, seperti pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, peningkatan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan sektor pendidikan untuk mencetak SDM berkualitas yang siap bersaing di era global.
"Kami siap berkontribusi, tetapi kami butuh dukungan regulasi dan akses pasar yang lebih luas. Jika kita semua bergerak bersama, saya yakin Bulukumba bisa menjadi daerah yang lebih maju," ujar salah satu peserta.
Acara Tudang Sipulung ini diakhiri dengan deklarasi bersama untuk terus memperkuat sinergi demi kemajuan Bulukumba. Harapan besar disematkan pada pengurus BKP KMB yang baru agar dapat menjadi motor penggerak dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Bulukumba di berbagai bidang.
Baca Juga : Bupati Gowa Dorong Kepemimpinan HMI–KOHATI Gowa Raya Progresif dan Berintegritas
Semoga Bulukumba terus berkembang menjadi daerah unggulan di Sulawesi Selatan, dengan ekonomi yang kuat, masyarakat yang sejahtera, dan budaya yang tetap lestari. Di kesempatan ini, panitia pelaksana juga menggelar pameran Produk UMKM Bulukumba di pelataran lantai 2 Hotel Swissbell Inn Makassar, tempat berlangsungnya Tudang Sipulung dan Pengukuhan Pengurus BKP KMB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




