Kamis, 20 Februari 2025 18:57

Mahasiswa UNM Makassar Kritisi Efisiensi Anggaran, Minta Program MBG Dievaluasi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa, di depan kampus UNM Gunung Sari, Jl. AP Pettarani, Makassar, Kamis (20/2/2025). @Jejakfakta/Samsir
Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa, di depan kampus UNM Gunung Sari, Jl. AP Pettarani, Makassar, Kamis (20/2/2025). @Jejakfakta/Samsir

Kebijakan efisiensi anggaran dinilai akan berdampak buruk, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR - Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa, menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai akan merugikan masyarakat. Mereka khususnya menentang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran yang berpotensi berdampak negatif, terutama dalam sektor kesehatan dan pendidikan.

Aksi yang digelar pada pukul 16.00 Wita itu berlangsung di depan kampus UNM, dengan mahasiswa mengenakan almamater orange dan bergantian menyampaikan orasi politik. Di tengah unjuk rasa, mereka memampang poster bertuliskan "Kabinet Gemuk Rakyat Remuk" serta membakar ban sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan tersebut.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Hasrul, dalam orasinya menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dianggap tidak tepat. Menurutnya, kebijakan ini berisiko merugikan masyarakat, terutama di sektor-sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tantang Kader HMI Jadi Motor Perubahan, Bukan Penonton Demokrasi

“Inilah alasan kami turun ke jalan. Kami menilai kebijakan efisiensi anggaran ini akan berdampak buruk, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan,” ujar Hasrul kepada wartawan di lokasi aksi.

Hasrul juga menyoroti kebijakan pengalihan sebagian anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya perlu dipertimbangkan lebih matang. Ia berpendapat, program MBG yang mencakup SMP dan SMA terlambat untuk mengatasi masalah stunting, mengingat kondisi anak-anak usia tersebut sudah sulit dijangkau dengan pendekatan tersebut.

“Program Makan Bergizi Gratis ini, meskipun baik, tidak akan efektif lagi jika diterapkan di SMP atau SMA. Stunting sudah terlambat ditangani pada usia tersebut,” tegasnya.

Baca Juga : Dapur MBG Luwu Timur Resmi Dibuka, Lawan Stunting dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Hasrul menegaskan bahwa jika tidak ada respons dari pemerintah terkait evaluasi kebijakan efisiensi anggaran ini, mahasiswa UNM tidak akan berhenti dan akan terus menggelar aksi untuk menyuarakan protes.

“Kami akan terus bergerak. Ini baru langkah awal. Jika pemerintah tidak merespons, kami akan turun lagi dalam aksi-aksi berikutnya,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#efisiensi anggaran #Pendidikan #Kesehatan #program mbg #mahasiswa makassar
Youtube Jejakfakta.com