Kematian IRT di Makassar Diduga Tidak Wajar, Polisi Bongkar Makam untuk Autopsi
Diduga dianiaya suami, anak menjadi saksi kunci.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kematian seorang ibu rumah tangga bernama Irna (36) di Kota Makassar menyisakan tanda tanya besar. Irna sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, namun akhirnya meninggal dunia. Keluarga menduga Irna menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan meminta penyelidikan lebih lanjut.
Pada Rabu, 8 Oktober 2025, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar bersama Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam almarhumah Irna di Pekuburan Islam Beroangin, Jalan Panampu, Kecamatan Tallo.
Irna sebelumnya dimakamkan pada 27 September 2025. Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan setelah pihak keluarga melaporkan adanya kejanggalan dalam kematian korban.
“Ibu korban ini melaporkan kejanggalan kematian almarhum,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, saat diwawancarai di lokasi pembongkaran makam.
Dalam penyelidikan awal, polisi menduga adanya tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Dugaan ini muncul berdasarkan keterangan dari ketiga anak korban, yang akan diperiksa dengan pendampingan dari pekerja sosial (Peksos).
“Penyelidikan sementara menunjukkan adanya dugaan penganiayaan oleh suami almarhumah berdasarkan keterangan anak-anak,” kata AKBP Devi.
Baca Juga : Kasus Penembakan Remaja 18 Tahun di Makassar, Iptu N Ditetapkan Tersangka
Pihak kepolisian juga telah merencanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman korban di Jalan Teuku Umar 12 Lorong 7, Kecamatan Tallo.
Aisyah (30), adik korban, mengungkapkan bahwa keputusan untuk meminta autopsi diambil setelah mendengar pengakuan mengejutkan dari anak-anak Irna.
“Anaknya bilang sering melihat mamanya dipukul. Katanya karena minta uang tidak dikasih, lalu dipukul pakai tangan,” ungkap Aisyah.
Baca Juga : IRT Terlilit Utang Nekat Bakar Toko di Makassar, Emas Rp2 Miliar Nyaris Dicuri
Menurut Aisyah, korban memang kerap mengalami kekerasan dari suaminya sejak lama. Bahkan sempat berniat untuk berpisah namun akhirnya kembali rujuk. Ia juga menyebut adanya lebam di bagian dahi dan belakang tubuh korban.
Salah satu dugaan motif kekerasan adalah permintaan uang oleh suami korban untuk berjudi secara online. Namun hal ini masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.
“Kita masih fokus pada proses autopsi. Dugaan soal judi online masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujar Devi.
Baca Juga : Makassar Siap Gelar Pemilihan RT/RW: Polrestabes Terjunkan 400 Polisi Turun Amankan Lokasi TPS
Jenazah Irna saat ini telah dibawa untuk pemeriksaan forensik. Pihak kepolisian menyatakan bahwa hasil autopsi akan memakan waktu beberapa bulan ke depan.
“Kami akan koordinasikan dengan tim forensik. Hasilnya tidak bisa langsung keluar, butuh waktu untuk dianalisis,” tutup Devi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News