Belasan Anak di Pulau Karanrang Pangkep Kena Cacingan Akut, 2 Meninggal
Cacing berukuran 15 sentimeter ditemukan keluar dari mulut ataupun hidung pasien.
Jejakfakta.com, Pangkep - Akibat cacingan akut, belasan anak-anak di Pulau Karanrang, Desa Bulu, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara dilarikan ke RS Batara Siang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (9/2/2023) lalu.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bulu, Mutmainnah mengatakan, kepada Jejakfakta ia membenarkan jika belasan anak-anak mengalami cacingan akut.
Faktanya, bukan hanya cacingan saja, ada juga beberapa anak-anak yang mengalami demam berdarah (DBD).
Baca Juga : Bank Sulselbar Dukung Digitalisasi Layanan Publik dan Pendirian MDC “HEBAT” di Pangkep
Alhasil, setidaknya 17 anak dirawat di rumah sakit dan telah mendapatkan perawatan intensif di RS Batara Siang (RSBS).
Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit cacingan akut tersebut.
"Sebelumnya ada 19 anak yang dirawat, namun sisa 17. Karena duanya dinyatakan meninggal dunia. Saat ini beberapa anak ada yang dirawat di RSBS dan Puskesmas Pembantu (Pustu)," katanya, Sabtu (11/2/2023).
Baca Juga : Pangkep Bidik Tiga Besar di STQH ke-23 Tingkat Provinsi Sulsel
Cacing 15 sentimeter keluar dari tubuh pasien
Mutmainnah menambhakan, bahkan ada yang lebih parah. Cacing berukuran 15 sentimeter ditemukan keluar dari mulut ataupun hidung pasien.
Kronologi awalnya
Baca Juga : Pidato Perdana Bupati Pangkep, Yusran Lalogau: Paparkan 12 Program Aksi Strategis untuk Pangkep Hebat
Penyakit ini pertanda baik kali diketahui saat pasien pertama bernama Rahma yang merupakan warga desanya meninggal dunia akibat penyakit ini.
Tiga hari kemudian, salah satu warganya juga meninggal dunia yang bernama Indo Tuo.
Saat diselidiki, lanjut Mutmainnah, warganya yang telah meninggal dunia itu ternyata memiliki penyakit atau gejala serupa yang sedang menyerang warganya.
Baca Juga : Pemkab Pangkep Hibahkan Lahan untuk Pembangunan UPT BPVP Kementerian Ketenagakerjaan
Petugas kesehatan sebut warga tidak menjalankan pola hidup yang sehat
Petugas Kesehatan Pustu Karanrang, Irma menyebut jika pasien ini memiliki gejala sama yakni demam dan lemas yang kemungkinan disebabkan pola hidup tidak sehat.
"Diagnosa rata rata alami demam tifoid, karena ini rata-rata anak-anak, besar kemungkinan dipicu oleh pola hidup tidak sehat, malas cuci tangan sebelum makan, termasuk jajanan tidak sehat yang mereka konsumsi," bebernya.
Baca Juga : Yusran-Rahman Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Jelang Pelantikan dan Retret
Terkait itu, pihak Pemerintah Desa, sudah berkordinasi dengan pihak Dinas kesehatan untuk ditindak lanjuti.
Diketahui, demam tifoid merupakan suatu penyakit bakteri menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau kontak dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News