Gempa Cianjur dan Korban yang Mati Syahid
Gempa Cianjur
Ulama berbeda pendapat tentang alasan mengapa mereka disebut syahid. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan sekitar 14 pendapat ulama tentang makna syahid. Di antaranya, karena orang yang mati syahid hakekatnya masih hidup, seolah ruhnya menyaksikan, artinya hadir. Ini merupakan pendapat An-Nadhr bin Syumail.
Cianjur, jejakfakta.com – Masih bertambah korban meninggal akibat gempa bumi 5,6 magnitudo di Cianjur. Dari 268 menjadi 271 meninggal. Sedih, namun selalu ada hikmah di balik peristiwa dan semoga para korban syahid.
Gempa mengguncang Kabupaten Cianjur dan sekitar di Jawa Barat, Senin (21/11/22) pukul 13.21 WIB. Korban meninggal kebanyakan ditemukan dalam keadaan tertimpa reruntuhan bangunan. Ada pula yang terimbun longsoran.
Bagi muslim, yakin bahwasannya para korban Cianjur bisa termasuk syahid. Apa alasannya?
Baca Juga : Orang Berbohong bukan Bagian dari Orang Beriman?
Melansir NUonline, dalam kitab Shahih Muslim terdapat hadis Nabi yang berbunyi:
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: "Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?” Para sahabat menjawab, “Wahai RasululLah, orang yang meninggal di jalan Allah itulah orang yang mati syahid.” Beliau ﷺ bersabda: “Kalau begitu, sedikit sekali jumlah umatku yang mati syahid.” Para sahabat berkata, “Lantas siapakah mereka wahai RasululLah?” Beliau ﷺ bersabda: “Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit kolera juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid.”
Ibnu Miqsam berkata, “Saya bersaksi atas ayahmu mengenai hadis ini, bahwa Nabi juga berkata, “Orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid.” (HR Muslim).
Baca Juga : Wanita Jelita Pun Gagal Goda Pemuda Ahli Ibadah yang Durhaka Ini
Hadis di atas sudah menyimpulkan bahwasannya orang yang tenggelam pun termasuk mati syahid di sisi Allah ﷻ. Dalam hadis lain yang terdapat dalam kitab Sunan an-Nasai disebutkan:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memberikan pahala kepadanya sesuai niatnya, apa yang kalian ketahui tentang mati Syahid?”
Mereka berkata, “Berperang di jalan Allah Azza wa Jalla.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Mati syahid ada tujuh macam selain berperang di jalan Allah Azza wa Jalla; Orang yang meninggal karena penyakit tha’un (wabah pes) adalah syahid, orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid, orang yang meninggal tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal tertimpa benda keras adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit pleuritis adalah syahid, orang yang mati terbakar adalah syahid dan seorang wanita yang mati karena hamil adalah syahid.” (HR An-Nasa`i).
Baca Juga : Ke Cianjur Lagi, Presiden Jokowi: Ini Nasi dan Ayam Dibawa dari Jakarta
Dari kedua hadis di atas, kita dapat memahami bahwa korban tertimpa runtuhan bangunan, seperti disebabkan gempa, jatuhnya adalah syahid.
Mati syahid, menurut para fuqaha, terbagi tiga. Pertama, syahid dunia dan akhirat. Kedua, syahid akhirat. Ketiga, syahid dunia.
Adapun dalam masalah di atas, maka masuknya kepada syahid akhirat. Syekh Wahbah Zuhaili menjelaskan dalam kitabnya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu: Syahid akhirat saja adalah seperti orang yang meninggal teraniaya tanpa adanya peperangan, meninggal akibat sakit perut, wabah penyakit, tenggelam, meninggal sebab berkelana, meninggal ketika mencari ilmu, menahan cinta (karena Allah), tercerai, berada di daerah musuh dan sebagainya. (Syekh Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Dar el Fikr, Damaskus, Suriah, juz 2, halaman 699-700).
Baca Juga : Korban Hilang Pascagempa Cianjur kembali Bertambah, Korban Meninggal 327 Jiwa
Makna Mati Syahid
Melansir KonsultasiSyariah, syahid secara bahasa merupakan turunan dari kata sya-hi-da [arab: شهد] artinya bersaksi atau hadir. Saksi kejadian, artinya hadir dan ada di tempat kejadian.
Istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut orang yang meninggal di medan jihad dalam rangka menegakkan kalimat Allah.
Baca Juga : Akhirnya Presiden Dengar Langsung di Cianjur, Banyak Korban belum Dapat Bantuan
Ulama berbeda pendapat tentang alasan mengapa mereka disebut syahid. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan sekitar 14 pendapat ulama tentang makna syahid. Berikut diantaranya,
- Karena orang yang mati syahid hakekatnya masih hidup, seolah ruhnya menyaksikan, artinya hadir. Ini merupakan pendapat An-Nadhr bin Syumail.
- Karena Allah dan para malaikatnya bersaksi bahwa dia ahli surga. Ini merupakan pendapat Ibnul Anbari.
- Karena ketika ruhnya keluar, dia menyaksikan bahwa dirinya akan mendapatkan pahala yang dijanjikan.
- Karena disaksikan bahwa dirinya mendapat jaminan keamanan dari neraka.
- Karena ketika meninggal tidak ada yang menyaksikannya kecuali malaikat penebar rahmat.
Dan masih beberapa pendapat lainnya yang dirinci oleh ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari syarh Shahih Bukhari (6/42 – 43).
Semoga kita dan keluarga selalu diberi keselamatan dan ampunan dari Allah ﷻ. Juga semoga kita dihindarkan dari menghukumi suatu kaum dengan cap yang buruk, apa pun itu. Karena kita tidak mengetahui hakikat suatu musibah yang menimpa mereka. Wallahu a’lam.(Amien Nurhakim-NUOnline dan Ammi Nur Baits).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News