Penerbangan Makassar Menuju Manado Terganggu Dampak Erupsi Gunung Ruang
Sebaran abu vulkanik sudah tidak tersebar baik di darat maupun udara di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Jejakfakta.com, Makassar -- Penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Sam Ratulangi Manado maupun sebaliknya, mengalami pembatalan penerbangan.
General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Taochid Purnomo Hadi mengatakan hal tersebut terjadi karena penutupan operasional penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara.
“Informasi yang kami dapatkan atas terdampaknya operasional penerbangan hingga saat ini hanya Bandara Sam Ratulangi Manado,” kata Taochid kepada Jejakfakta.com, Sabtu (20/4/2024).
Baca Juga : Momentum Harkitnas 2026, Bupati Gowa Serukan ASN Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Digital
Penutupan operasional penerbangan ini, kata Taochid akn berlangsung hingga dinyatakan sebaran abu vulkanik sudah tidak tersebar baik di darat maupun udara di Bandara Sam Ratulangi Manado.
“Per hari ini Sabtu tanggal 20 April 2024, operasional penerbangan masih belum dijalankan hingga Minggu tanggal 21 April 2024 pukul 12.00 WITA,” bebernya.
Sementara para penumpang yang batal melakukan perjalanan, Taochid menuturkan pihaknya telah melakukan penanganan dengan mengarahkan penumpang menghubungi maskapai untuk refund tiket maupun reschedule jadwal penerbangannya.
Baca Juga : Pesawat ATR 42-500 PK-THT Alami Loss Contact, Lokasi pencarian Difokuskan di Wilayah Pegunungan Bantimurung
“Kami himbau kepada calon penumpang untuk dapat mencari informasi melalui media sosial Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” tuturnya.
Salah satu penumpang yang akan melakukan penerbangan ke Bandara Dam Ratulangi Manado, Udin mengatakan dirinya terpaksa harus menunggu hingga penerbangan di jadwalkan kembali oleh pihak Bandara.
"Mau ke Ternate, penundaan karena katanya ada erupsi, dampak dari Manado. Rencananya mau berangkat jam 10 WITA, terpaksa harus menunggu, belum tahu sampai kapan, tidak ada info," kata Udin kepada media. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News