Hadiri Undangan Cabor, Appi Minta KONI Makassar Berpegang pada AD/ART Organisasi

Puluhan pengurus cabang olahraga di Kota Makassar mengadakan pertemuan dengan Walikota terpilih, Munafri Arifuddin (Appi), di Hotel Aryaduta Makassar pada Senin (20/1/2025). @Jejakfakta/Istimewa

Langkah yang diambil oleh kubu Muchtar Djuma dinilai tidak sesuai dengan AD/ART organisasi.

Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Puluhan pengurus cabang olahraga di Kota Makassar mengadakan pertemuan dengan Walikota terpilih, Munafri Arifuddin (Appi), di tengah polemik yang terjadi di tubuh KONI Makassar pasca penahanan Ketua Umum KONI Makassar, Ahmad Susanto, yang terseret dalam kasus korupsi.

Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar pada Senin (20/1/2025), dan turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum KONI Makassar, M Yunus, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Makassar, Andi Yasin Iskandar.

Seperti diketahui, setelah Ahmad Susanto ditahan, sejumlah pengurus KONI Makassar mengambil inisiatif untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muchtar Djuma ditetapkan sebagai Plt Ketua Umum KONI Makassar.

Baca Juga : Munafri Pangkas Rp60 Miliar Anggaran Seremonial, Alihkan ke Pendidikan dan Infrastruktur

Namun, penunjukan Muchtar Djuma sebagai Plt tersebut menuai ketidaksepakatan dari sejumlah pengurus KONI Makassar. Mereka meminta KONI Sulsel untuk melakukan telaah lebih mendalam sebelum menerbitkan surat keputusan (SK) terkait penunjukan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Makassar, Andi Yasin Iskandar, menegaskan bahwa penunjukan Muchtar Djuma sebagai Plt tidak sah. "Kami anggap tidak sah, karena belum ada SK resmi dari KONI Sulsel. Semua persoalan yang berhubungan dengan SK harus menunggu keputusan resmi dari KONI Sulsel," ujarnya kepada wartawan usai pertemuan.

Andi Yasin juga menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh kubu Muchtar Djuma tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Baca Juga : Makassar Gaspol Tinggalkan Open Dumping, Wali Kota Dorong Sampah Jadi Energi di Forum Nasional

"Kami telah memberikan surat kepada KONI Sulsel untuk menelaah kembali keputusan ini, karena tindakan mereka tidak sesuai dengan pasal 29 AD/ART," tegasnya.

Sementara itu, Walikota terpilih Munafri Arifuddin (Appi) yang hadir dalam pertemuan tersebut memberikan saran dan masukan agar perbedaan di tubuh KONI Makassar tidak meluas.

"Saya diundang untuk memberikan masukan dan saran. Semua pihak harus tetap berpegang pada anggaran dasar dan rumah tangga organisasi sebagai pedoman," ujar Appi.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Konsultasi ke Pusat, PSEL Antang Masuk Tahap Lanjutan

Appi menambahkan bahwa konsolidasi organisasi hanya bisa tercapai jika aturan yang ada dijalankan secara konsisten. "Jika di internal saja masih ada konflik, bagaimana kita bisa fokus meningkatkan prestasi olahraga?" lanjutnya.

Lebih jauh, Appi menekankan pentingnya evaluasi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan internal tanpa menghancurkan fondasi yang sudah ada.

"Kalau ada rumah yang bermasalah, jangan rumahnya dihancurkan. Perbaiki orang-orangnya. Rumah itu masih bisa berdiri kokoh jika dikelola dengan baik," tegasnya.

Baca Juga : Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Pasar Sentral Makassar Jadi Ikon Ekonomi Modern dan Ruang Hidup Baru

Appi juga menyoroti pentingnya peran olahraga dalam pembangunan kota. "Olahraga bukan sekadar prestasi, tetapi juga dapat mengurangi pengangguran, membangun kapasitas tenaga kerja, dan menciptakan kebanggaan bagi daerah. Pemerintah harus memastikan infrastruktur olahraga yang sesuai standar untuk mendukung atlet kita," ujarnya.

Terakhir, Appi mengajak semua pihak untuk melupakan perbedaan politik yang terjadi pada Pemilihan Wali Kota Makassar tahun lalu dan fokus pada pembangunan olahraga.

"Kita harus keluar dari ranah politik dan fokus pada bagaimana olahraga bisa menjadi salah satu pilar penting pembangunan Makassar. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung, termasuk memastikan anggaran yang diperlukan tersedia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru