Jejakfakta.com, Makassar - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat ada peningkatan kasus kebakaran sepanjang tahun 2022 dibanding tahun 2021. Tercatat selama 2022 berjumlah 151 kasus sedang ditahun 2021 berjumlah 143 kasus.
"Kita ada naik ini, naik jumlah kebakaran ada naik sembilan. Jadi ada peningkatan (sedangkan) 2021 kemarin itu 143. Nah tahun 2022 ini ada 151," Kata Rustan Jufri Kepala Seksi Pengendalian Pemadaman dan Komunikasi Damkar saat ditemui jejakfakta.com kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Jl. Komp. PDAM, Senin (02/01/2022).

Rustan mengatakan berdasarkan data yang ada pada Dinas Kebakaran Kota Makassar bahwa rata-rata penyebab kebakaran terbesar itu dikarenakan arus pendek listrik. Selain itu, juga karena kompor gas, lilin dan rumput alang-alang yang kering pada saat musim kemarau.
Baca Juga : Usai 20 Daerah Disambangi, IAS Targetkan Kursi Ketua DPRD Makassar Kembali ke Pangkuan Golkar
"Yang paling banyak itu listrik, arus pendek, kompor, lilin dan alang-alang. (Jumlah) 14 kompor, lilin 1 kali, alang-alang (rumput kering) kalau musim kemarau 14 kali kejadian," ujarnya.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mencatat jenis jenis bentuk kebakaran selama 2022, yakni; Rumah penduduk 170, Kios 935, Industri 11, Gudang 6 dan Kendaraan sebanyak 44 kali.
"Atas kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kota Makassar menafsirkan kerugian selama masa 2022 itu berjumlah Rp21.626.000.000 Miliar," katanya.
Baca Juga : MHDC Gelar Rolling Thunder Merah Putih, Satukan Persaudaraan Komunitas Motor di Makassar
Menurutnya, kerugian yang bertambah pada 2022 dikarenakan kebakaran kios yang terjadi di Pasar Sentral Makassar pada Selasa 27 Desember 2022 lalu.
"Kalau kerugian itu paling banyak tahun 2022 ini karna terjadinya baru-baru, pasar sentral, ini yang kasi naik grafiknya, sebenarnya tidak ini mingkin kurang kerugian," Katanya
Perlu Penambahan Armada Damkar di Makassar
Baca Juga : Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI, Panakkukang Perkuat Gotong Royong dan Kerukunan
Saat ini, pemadam kebakaran yang ada di gunakan di makassar berjumlah 60 unit dan berada di delapan posko yang tersebar.
"Kita ada 60 unit yang tersebar di delapan posko. Pertama di Pasar Segar, Kedua di Antang, trusBTP, KIMA, Ujung Pelabuhan, Tanjung dan Melengkeri, termasuk disini Mako-nya," jelas Rustan.
Menurutnya, mobil Damkar saat yang dimiliki kota makassar itu belum cukup. Ia menilai kota Makassar ini masih butuh tambahan mobil Damkar.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta SKPD Tak Tutup Mata, Respons Persoalan Sosial Harus Cepat
"Kalau mungkin kita butuh mobil mungkin lebih sekitar 100 armada, posko ada berapa cuma kan kita melihat kesanggupan pemerintah. Mungkin yang ada sekarang agak ideal sambil dibantu dengan di pusat, kalau ada nanti kita bersyukur, kalau tidak masih diusahakan, yah kita berjalan seperti yang biasa," ungkapnya.
Namun, Pemerintah Kota Makassar sudah melakukan penambahan armada sebanyak 28 unit, termasuk mobil patroli senilai 1,4 Miliar. Untuk nomor layanan Pemadam Kebakaran Makassar silakan hubungi 0811410113. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




