Makassar, jejakfakta.com - Pegawai pemerintah, aparatur sipil negara (ASN) masih pelaku korupsi tertinggi di Sulawesi Selatan. Catatan Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, sepanjang tahun 2022 yakni sebanyak 42 ASN terdakwa korupsi.
Jumlah ASN aktor korupsi tahun 2022 melonjak dibandingkan tahun 2021 yaitu 27 ASN sebagai terdakwa.

Data tersebut terungkap dalam konferensi pers rilis catatan akhir tahun 2022 Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, di kantor ACC Sulawesi, Jl AP Pettarani, Kompleks Pettarani Center Blok A/17, Rappocini, Makassar, Rabu (4/1/2023) sore Wita.
Baca Juga : ACC Ungkap 144 Kasus Dugaan Korupsi di Sulsel Mandek di Kepolisian dan Kejaksaan
Aktor korupsi tertinggi kedua sepanjang 2022 adalah swasta dengan 36 terdakwa, disusul kepala desa 15 terdakwa, pegawai BUMN 9 terdakwa, perangkat desa 8 terdakwa, honorer / kontrak 6 terdakwa, pegawai BUMD 5 terdakwa, dan ketua koperasi 1 terdakwa.
"Pelaku kasus korupsi dari catatan kami itu paling tinggi ASN, karena paling banyak mengakses anggaran memang pada tingkatan birokrasi, itu ASN ada 41 terdakwa," kata Wakil Ketua Eksternal ACC Sulawesi, Hamka.
Bukan kali ini saja ASN Sulsel ngetop sebagai aktor korupsi. Catatan ACC, ASN pelaku korupsi pada tahun 2020 adalah tertinggi dengan 38 terdakwa. Aktor korupsi kedua adalah swasta 16 terdakwa dan kepala desa 12 terdakwa.
Baca Juga : ACC Sulawesi Catat Kerugian Negara di Sulsel Sepanjang 2024 Capai 207 Miliar
Pada tahun 2021, ASN Sulsel sebagai aktor korupsi lagi-lagi menempati peringkat wahid dengan 27 terdakwa, disusul swasta 22 terdakwa, dan kepala desa 17 terdakwa.

Baca Juga : Gowa Tertinggi Perkara Korupsi Dana Desa di Sulawesi Selatan
Korupsi di Sulsel Melonjak
Badan Pekerja ACC Sulawesi mencatat angka perkara 2022 jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.
Perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) sepanjang tahun 2022 di Sulawesi Selatan sebanyak 114 perkara, 55 kasus, dan 121 terdakwa. Kerugian keuangan negara Rp 86,3 miliar.
Baca Juga : Catatan ACC: Penegak Hukum di Sulsel Masih Mandek Tangani Kasus Korupsi, 52 Kandas Penyidikan Sepanjang 2022
Jumlah perkara dan kerugian tersebut jauh lebih tinggi daripada dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 tercatat 99 perkara dengan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 58,5 miliar. Tahun 2020 sebanyak 80 perkara dengan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 59,17 miliar.

Baca Juga : Korupsi di Sulsel Melonjak 114 Perkara, Rugikan Negara Rp 86,3 Miliar
Menurut ACC, kasus korupsi melibatkan banyak aktor di berbagai sektor, hal ini terkonfirmasi dari penanganan perkara di kepolisian, kejaksaan, dan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.
ACC Sulawesi juga memotret pola penanganan kasus kasus korupsi di kejaksaan, kepolisian dan pengadilan Tipikor Makassar.
Pola penegakan hukum, menurut temuan ACC, belum maksimal karena isu pemberantasan korupsi belum dijadikan sebagai agenda prioritas, hal ini terkonfirmasi dengan masih banyaknya kasus korupsi mandek, vonis ringan hingga vonis bebas terdakwa korupsi.
Dari angka korupsi dan aktor sepanjang tahun 2022, bagaimana sektor kasus korupsi yang paling empuk dikorupsi di Sulsel? Simak update berita jejakfakta selanjutnya tentang Catahu 2022 ACC Sulawesi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




