Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler, menghadiri panen demplot padi organik milik Kelompok Tani Sukamaju di Desa Karambua, Kecamatan Wotu, Selasa (10/6/2025).
Panen ini menjadi bukti kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan mitra swasta dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju keberlanjutan.

Program demplot tersebut merupakan inisiatif bersama antara PT Dinasti Nusantara Grup (DNG) dan Lutim Tani Nusantara (LTN). Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan pendekatan budidaya organik, teknologi ramah lingkungan, dan pendampingan intensif.
Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya
Bupati Irwan menegaskan bahwa panen ini bukan sekadar seremoni, melainkan hasil nyata dari sinergi dan kerja keras berbagai pihak.
"Demplot seluas 4 hektare ini adalah simbol semangat baru dalam meningkatkan produktivitas pertanian kita," ujar Irwan dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat.
Ketua LTN, Drs. Syahidin Halun, menyebut bahwa kesuksesan demplot ditunjang oleh penggunaan pupuk organik yang dikirim PT DNG dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, dengan total 20 ton pupuk digunakan.
Baca Juga : Petani Laoli Tolak Santunan Lahan Proyek Nasional, Kirim Surat Keberatan ke Pemkab Luwu Timur
"Ini menjadi tonggak penting dalam pembuktian efektivitas pertanian organik," kata Syahidin.
Ia juga mengapresiasi partisipasi sukarela pemilik lahan dalam menyukseskan proyek percontohan ini.
Senada, perwakilan CEO PT DNG, Dwi Puji Astuti, menyampaikan terima kasih kepada para petani dan pemilik lahan atas komitmen mereka.
Baca Juga : Pencanangan Desa Cantik, Wabup Puspa: Data Harus Akurat dan Berdampak
"Keberhasilan ini adalah buah dari kepercayaan dan kerja sama. Kami berharap ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas ke depan," ungkap Dwi.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah kepala OPD Luwu Timur, camat, unsur Tripika Kecamatan Wotu, kepala desa, dan tokoh pertanian lokal.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Luwu Timur memperkuat langkahnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan berbasis sistem pertanian ramah lingkungan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




