Ahad, 22 Juni 2025 17:28

Pemkot Makassar Gencarkan Penanganan Banjir Lewat Program SIKOPANG dan Penggantian Pompa

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Sejumlah petugas pengalukan pembersihan drainase di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar,  Minggu (22/6/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Sejumlah petugas pengalukan pembersihan drainase di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (22/6/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Edukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus bergerak cepat mengatasi persoalan banjir musiman yang kerap melanda sejumlah wilayah kota, terutama saat curah hujan tinggi. Sejumlah titik krusial seperti Jalan Urip Sumoharjo—tepat di depan Kantor Gubernur Sulsel—dan kawasan Jalan AP Pettarani menjadi perhatian utama.

Upaya ini diwujudkan melalui program SIKOPANG (Kolaborasi Stakeholder dalam Penanganan Genangan), yang kembali digelar pada Minggu (22/6/2025) di Jalan Urip Sumoharjo. Kegiatan ini merupakan kerja bakti lintas instansi sebagai bentuk sinergi dalam mengatasi genangan air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari kolaborasi pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat.

Baca Juga : Jelang Kedatangan 32 Duta Besar, Wali Kota Ajak APINDO Jadi Motor Gerakan Lingkungan di Makassar

“SIKOPANG adalah bentuk nyata kolaborasi. Persoalan banjir tidak bisa ditangani sendiri, melainkan harus bersama-sama,” ujarnya.

Sebanyak 278 personel Satgas Drainase Dinas PU diturunkan, dibantu oleh tim dari BBWS Pompengan Jeneberang dan BBPJN Sulsel. Fokus kegiatan adalah pengerukan saluran air dari sampah, lumpur, dan sedimen yang menyumbat aliran.

Selain pembersihan, program ini juga mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air.

Baca Juga : Uni Eropa Kepincut Makassar, Munafri Dorong Kota Daeng Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur

“Kami tidak hanya membersihkan, tetapi juga membangun kesadaran warga. Lingkungan bersih mengurangi risiko banjir,” tambah Zuhaelsi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program mingguan Dinas PU yang menyasar titik-titik rawan genangan secara bergilir.

Di sisi lain, Dinas PU juga melakukan penggantian pompa air lama di Jalan Andi Djemma yang sudah tidak memadai. Pompa lama berkapasitas 25 kubik diganti dengan pompa baru berkapasitas 425 kubik, yang pengadaannya dianggarkan melalui APBD Perubahan 2025 senilai sekitar Rp1 miliar.

Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi

“Pompa ini memindahkan air dari saluran ke kanal saat terjadi luapan. Penggantiannya penting karena pompa lama sudah tak mampu mengikuti intensitas hujan saat ini,” jelas Zuhaelsi.

Ia juga menekankan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh buruknya drainase, tetapi juga oleh pasang air laut yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat.

“Kombinasi antara saluran tersumbat dan air laut pasang menyebabkan genangan makin parah,” ungkapnya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni, Perkuat Akses Warga Kepulauan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa penanganan ini adalah bagian dari komitmen pemerintahan Munafri–Aliyah untuk membangun kota yang tangguh terhadap bencana.

“Kita mulai dengan menyasar titik-titik rawan. Dengan kerja sama semua pihak, kami ingin genangan tidak bertahan lama dan aktivitas warga tetap lancar,” ujarnya.

Pemkot Makassar berharap, lewat kolaborasi dan aksi nyata di lapangan, risiko banjir dapat ditekan secara signifikan. Program ini juga mendukung visi kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar #Banjir Makassar #SIKOPANG #program drainase #Pompa Air #dinas pu makassar #Munafri Arifuddin #penanganan banjir #Perubahan Iklim
Youtube Jejakfakta.com