Rabu, 25 Juni 2025 11:28

Advetorial

MaKaPro Adakan Pelatihan Penanganan Kehilangan Air, Libatkan PDAM se-Mamminasata

Editor : Redaksi
PDAM Kota Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki Jepang, dalam program Makassar Kawasaki Project (MaKaPro), mengadakan pelatihan penanganan kebocoran air, di Aula Tirta Dharma, Kantor Pusat PDAM Makassar, Selasa (24/6/2025).
PDAM Kota Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki Jepang, dalam program Makassar Kawasaki Project (MaKaPro), mengadakan pelatihan penanganan kebocoran air, di Aula Tirta Dharma, Kantor Pusat PDAM Makassar, Selasa (24/6/2025).

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan mendeteksi dan menangani kebocoran bawah tanah agar penggunaan sumber daya air lebih efektif dan efisien.

Laporan: Humas PDAM Makassar

Makassar - PDAM Kota Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki Jepang, dalam program kerja sama Makassar Kawasaki Project (MaKaPro), mengadakan pelatihan penanganan kebocoran air, di Aula Tirta Dharma, Kantor Pusat PDAM Makassar, Selasa (24/6/2025). 

Japan International Cooperation Agency (JICA) mendukung penuh pelatihan yang melibatkan peserta dari Perumda Air Minum se-Maminasata (Makassar, Maros, Gowa, Takalar). 

Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih

Plt. Direktur Keuangan PDAM Makassar, Nanang Supriyatno, mengatakan, kebocoran atau kehilangan air (non-revenue water, NRW) menjadi persoalan klasik di hampir seluruh daerah Indonesia.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan mendeteksi dan menangani kebocoran bawah tanah agar penggunaan sumber daya air lebih efektif dan efisien.

“Bukan hanya Makassar, tapi juga Gowa, Maros, dan Takalar mengalami hal serupa. Energi kehilangan air di Gowa sudah mencapai 30 persen. Di Makassar, kita bahkan lebih tinggi, sekitar 50 persen,” kata Nanang.

Baca Juga : PDAM Makassar Kebutan Koneksi Pipa Pongtiku, Plt Dirut Hamzah Ahmad Tinjau Pengerjaan hingga Larut Malam

Menurut Nanang, kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kawasaki ini adalah kesempatan emas belajar tanpa beban biaya besar. 

“Kita bisa belajar banyak dari pengalaman teman-teman di Jepang, tanpa biaya besar. Ini luar biasa. Biasanya, untuk belajar, kita harus bayar mahal. Tapi ini, ilmunya diberikan secara cuma-cuma,” katanya.

Apa lagi tingkat kebocoran air di Makassar mencapai 50 persen. Nanang menyebut angka ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan karena separuh air yang diproduksi hilang sebelum sampai ke pelanggan. 

Baca Juga : PDAM Makassar Tanggap Cepat Keluhan Pelanggan, Kualitas Air di Mallengkeri Kembali Dinormalisasi

“Ini tentu berdampak pada biaya operasional dan pelayanan. Tapi kami tidak tinggal diam. Pelatihan ini adalah bagian dari upaya serius memperbaiki kondisi,” ungkapnya.

Nanang berharap pelatihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis para peserta, tetapi juga menjadi langkah nyata menurunkan tingkat kehilangan air di wilayah Maminasata. 

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan berbagi pengalaman antar perusahaan air minum untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama dan berbagi pengalaman antardaerah menjadi kunci keberhasilan.

Baca Juga : Sinergi Dewas dan Direksi Perumda Air Minum Makassar Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan dampak untuk memperbaiki layanan air bersih,” kata dia.


Program MaKaPro dirancang sebagai wujud kerja sama teknis jangka panjang antara Makassar dan Kawasaki, dengan fokus utama peningkatan kualitas layanan dan penekanan tingkat kehilangan air. Dukungan JICA dalam kerangka revitalisasi regional memperkuat program ini, agar tidak hanya sekadar pelatihan, tapi menghasilkan transformasi nyata di lapangan.(advetorial) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Perumda Air Minum Makassar #JICA #MaKaPro #Non Revenue Water (NRW)
Youtube Jejakfakta.com