Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Rabu (25/6/2025), untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur dan operasional pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Kunjungan ini dilakukan menyusul terjadinya antrean panjang truk sampah yang kesulitan masuk ke area pembuangan dalam beberapa hari terakhir. Kendala ini disebabkan oleh kerusakan jalan akses serta keterbatasan armada dan alat berat di TPA.

"Pagi ini kami berada di TPA Tamangapa Antang. Melihat sendiri jalur proses pembuangan sampah yang sangat bermasalah sejak kemarin," kata Munafri saat berada di lokasi.
Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IGS 2026, Kemenlu Perkenalkan Kuliner dan Peluang Investasi kepada Delegasi Dunia
Ia menegaskan, Pemkot Makassar telah mengalokasikan anggaran untuk membenahi akses jalan menuju TPA dan memperbarui armada sampah. Hal ini dinilai mendesak mengingat kapasitas pengangkutan saat ini tidak lagi memadai untuk menangani volume sampah harian yang melebihi 1.000 ton.
"Peralatan dan mobil sampah yang kita miliki sekarang banyak yang sudah tidak layak. Pemerintah harus segera maksimalkan pengadaan perangkat baru agar distribusi sampah bisa berjalan optimal," ujarnya.
Selain infrastruktur dan logistik, Munafri juga menyoroti pentingnya reformasi sistem pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill—yakni pengelolaan dengan metode timbun dan padat ramah lingkungan.
Baca Juga : Di Hadapan 41 Delegasi dari 28 Negara, Munafri Promosikan Potensi Makassar kepada Duta Besar Dunia
Menurutnya, Pemkot tengah mematangkan pendekatan pengelolaan dari hulu ke hilir, termasuk kampanye pemilahan sejak dari rumah tangga agar sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu akhir.
"Kita akan mulai petakan perencanaan pengurangan sampah dari sumbernya. Ini target besar kita," tegasnya.
Sebelumnya, antrean truk sampah di TPA Antang pada Selasa (24/6) sempat memicu kekhawatiran warga atas potensi penumpukan sampah di permukiman.
Baca Juga : Kepada 369 Kepsek, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Kecurangan SPMB dan Pungutan Perpisahan
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmi Budiman, turut turun langsung ke lapangan. Ia menyebut kondisi cuaca dan kerusakan alat berat sebagai pemicu utama kemacetan pengangkutan.
"Jalan ke TPA becek karena hujan dan beberapa alat berat rusak. Proses bongkar muatan jadi lambat," jelas Helmi.
DLH juga mencatat, jalan akses yang hanya satu jalur serta usia kendaraan pengangkut yang rata-rata sudah lebih dari lima tahun menjadi tantangan utama. DLH akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penjadwalan ulang distribusi sampah.
Baca Juga : Lantik 369 Kepsek, Munafri-Aliyah Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan dan Jaga Integritas
Munafri menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut serta agar Makassar bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




