Sabtu, 07 Januari 2023 21:50

Menghangatkan Tubuh dengan Sarabba Sungai Cerekang

Editor : Herlina
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Warung Sarabba yang padat pengunjung di Jalan Sungai Cerekang, Makassar. (Foto-foto: Jejakfakta.com/Atri)
Warung Sarabba yang padat pengunjung di Jalan Sungai Cerekang, Makassar. (Foto-foto: Jejakfakta.com/Atri)

Harga Sarabba tentu masih ramah di kantong. Puluhan penjual yang berjejeran di sana membandrol harga antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per gelasnya.

Menjelang petang, aktivitas di Jalan Sungai Cerekang, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terlihat mulai hidup. Lapak-lapak pedagang kaki lima yang menjajakan minuman khas Sarabba mulai dibuka satu persatu.

Sarabba merupakan minuman khas Makassar, yang terbuat dari bahan gula merah, jahe, merica serta santan kelapa. Sarabba paling nikmat jika dinikmati hangat. Selain menghangatkan badan juga menambah stamina. Terlebih seperti musim penghujan saat ini.

Di daerah lain di Indonesia juga punya minuman khas yang mirip Sarabba, seperi di daerah Jawa ada Bajigur dan Bandrex. Hanya saja di Makassar, tidak lengkap rasanya, jika menikmati Sarabba tidak ditemani dengan berbagai jenis gorengan, seperti sukun goreng, pisang goreng, atau ubi goreng, serta bakwan. Gorengan-gorengan itu juga tentu dicocol di atas sambel khas sebelum dimasukkan ke mulut, agar menambah cita rasanya.

Baca Juga : Pesan Idul Fitri dari Muhammadiyah Sulsel: Mengarungi Era Digital dengan Ketakwaan


Bahkan, beberapa penjual sarabba kini menambahkan menu mi instan dan minuman lain sebagai pilihan para pelanggan yang hampir setiap malam memadati Jalan Sucer alias Sungai Cerekang. Warga Kota Daeng sering menyingkatnya demikian.

Harga Sarabba tentu masih ramah di kantong, puluhan penjual yang berjejeran di sana membandrol harga antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per gelasnya. Sehingga lokasi itu selalu jadi tempat nongkrong dari berbagai kalangan.

Baca Juga : Terbuka untuk Umum, Pj Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Datang ke Open House Lebaran di Rumah Jabatan

Baru saja berbelok dari Jalan Gunung Bawakaraeng, akan disambut sejumlah juru parkir menunjukkan letak yang cocok untuk kendaraan yang digunakan ke sana, roda dua atau empat. Tergantung di warung Sarabba mana yang dituju.

Masuk di warung Sarabba yang dipilih, langsung akan disambut pelayan dan menanyakan, jenis Sarabba yang hendak diminum, karena yang disajikan ada Sarabba original, ditambahkan susu, juga telur. Tergantung selera pembeli.


Baca Juga : Pj Gubernur Beserta Keluarga Dijadwalkan Sholat Id di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Makassar

Sembari menikmati Sarabba dan gorengan, jika ingin bersedekah, maka siapkanlah uang-uang receh untuk diberikan pada pengamen yang menjual suara silih berganti dari satu warung ke warung lainnya.

Sarabba di Jalan Sungai Cerekang itu tentu sudah dikenal oleh sebagian besar warga Kota Makassar, karena lokasi itu sudah ada sebagai lokasi penjualan Sarabba sejak pertengahan tahun 1980-an, dan menjadi lokasi wisata kuliner sejak dulu.

Pemilik Sarabba Tempo Doloe 39, Hj Nurleli mengaku, warungnya itu sebagai warung legendaris, yang pertama kali menjual di sana, kemudian diikuti penjual lainnya, sehingga menjadi ramai seperi sekarang ini.

Baca Juga : Kunker Komisi V DPR RI, Pj Gubernur Bahtiar Perlihatkan Peta Administrasi Baru Sulsel

"Dulu warung Sarabbanya hanya sepetak, dan sekarang sudah jadi kedai besar dan mampu menampung sekitar seratus orang. Termasuk juga saya mempekerjakan puluhan orang. Dan ini jadi mata pencaharian pokok keluarga," aku Nurleli.


Dia juga menceritakan, awal buka, hanya dua penjual sarabba. "Termasuk saya yang pertama," klaim Nurleli, sambil menyebut, di musim hujan seperti sekarang pun, pelanggan tetap banyak, malah bertambah.

Baca Juga : IAS Optimis Diusung Golkar di Pilgub Sulsel 2024, Saat Ini Fokus Sosialisasi di Masyarakat

Syahrir, 43 tahun, dari Balikpapan, Kalimantan Timur, yang kebetulan lagi berlibur di Makassar mengatakan, jika dia ke Makassar yang kebetulan kota kelahirannya, pasti menyempatkan diri nongkrong bersama teman-temannya masa sekolah dulu di Jalan Sungai Cerekang menikmati Sarabba.

"Saya selalu ke sini kalau lagi liburan di Makassar. Bisa ketawa-ketiwi sama teman, dan bisa nongkrong sampai tengah malam. Bahkan ada yang buka hingga pukul 2 pagi. Apalagi hujan-hujan seperti sekarang ini, menghangatkan tubuh," seru Syahrir. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Sarabba #Sungai Cerekang #Makassar #Sulawesi Selatan #Wisata Kuliner
Youtube Jejakfakta.com