Senin, 09 Januari 2023 11:25

Di Pinrang Ibu Hamil Asmia dan Bayinya Meninggal setelah Berkilo-kilometer Ditandu Sarung

Warga Dusun Buttu Batu, Desa Kariango, Pinrang, bahu-membahu menandu seorang ibu hamil bernama Asmia (33) naik gunung turun gunung, menuju tempat fasilitas kesehatan, Jumat (6/1/2023). (Ist).
Warga Dusun Buttu Batu, Desa Kariango, Pinrang, bahu-membahu menandu seorang ibu hamil bernama Asmia (33) naik gunung turun gunung, menuju tempat fasilitas kesehatan, Jumat (6/1/2023). (Ist).

Ya, proses Asmia melahirkan, menyisakan keringat panjang. Asmia harus ditandu sarung naik gunung turun gunung terjal sejauh 7 kilometer.

Pinrang, jejakfakta.com – Miris. Di Kabupaten Pinrang, seorang ibu hamil bernama Asmia (33) dan bayinya yang baru dilahirkan, meninggal dunia setelah ditandu sarung berkilo-kilometer.

Ya, proses Asmia melahirkan, menyisakan keringat panjang. Asmia harus ditandu sarung naik gunung turun gunung terjal sejauh 7 kilometer, Jumat (6/1/2023) pagi.

Warga Dusun Buttu Batu yang bahu membahu menandu Asmia selama kurang lebih tiga jam keluar dari kampung.

Baca Juga : VIDEO Kades Kariango Rekam Warganya Tandu Asmia, Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal

Tak ada akses kendaraan roda empat dari rumah Asmia, Dusun Buttu Batu, Desa Kariango, Kecamatan Lembang, ke daerah yang ada fasilitas kesehatan di Desa Bakaru, Pinrang.

Warga setempat merekam kejadian ini dan mengunggahnya ke media sosial.

"Itu jaraknya sekitar 7 kilometer ditandu," kata Kepala Desa Kariango, Muhammad Jafar, dikutip dari detikSulsel, Ahad (8/1/2023).

Dari Salimbongan Asmia rupanya masih harus menahan perih, dia terpaksa dirujuk dan melahirkan bayinya di RSUD Lasinrang, pusat Kabupaten Pinrang.

Bayi Asmia meninggal saat dilahirkan, Jumat hari itu. Esoknya, Sabtu (7/1/23) giliran Asmia menghembuskan napas terakhir.

Jalan Butuh Perhatian Pemerintah

Muhammad Jafar mengungkapkan, akses jalan dan jembatan menjadi kendala terbesar di desanya dalam mengurusi orang sakit.

Dan, bukan kali ini saja pasien harus ditandu sarung dengan sebilah bambu.

"Itu warga gotong royong menandu Asmia pakai sarung. Sudah sering begitu kalau ada warga yang sakit," cerita Jafar ke detik.

Tiap hari warga Kariango harus siapkan tenaga ekstra, menapaki jalan terjal dan licin serta menyeberangi sungai yang kadang berarus deras.

"Susah kalau kami mau kerjakan, kami butuh bantuan Pemkab hingga pusat kalau mau bangun akses di situ," kata Jafar.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Lasinrang dr Moh Inwan Ahsan, kepada detikSulsel, mengungkap bayi Asmia telah meninggal sejak di dalam rahim.

"Diduga meninggal di dalam rahim. Jadi saat dilahirkan sudah tidak bernyawa," ungkap Inwan Ahsan, Ahad (8/1).

Asmia, kata Ahsan, tiba di RSUD Lasinrang pada Jumat (6/1) sekitar pukul 11.00 Wita dengan kondisi sudah melemah.

"Itu dia masuk kondisinya agak lemah dan pucat," kata Ahsan. (DetikSulsel/YT/berbagai sumber)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Asmia #Desa Kariango #Puskesmas Salimbongan #RSUD Lasinrang #dr Moh Inwan Ahsan #Dusun Buttu Batu #Kecamatan Lembang
Youtube Jejakfakta.com