Jejakfakta.com - Bulukumba - Di tengah hamparan sawah hijau yang dibalut lumpur, Festival Sawah hadir membawa pengalaman seni yang unik, ruang agraris berubah menjadi panggung hidup, tempat alam dan seni kontemporer bersatu. Mengusung tema “Sawah Sebagai Panggung Ritme Alam dan Intervensi Manusia”, festival ini akan digelar pada 1–3 Agustus 2025 di area persawahan Bontona Talle Talle, Desa Tanah Harapan, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba, dengan melibatkan kolaborasi petani, seniman, dan komunitas lokal.
Festival ini lahir dari gagasan bahwa sawah bukan sekadar tempat produksi pangan, melainkan juga lanskap budaya, memori kolektif, dan ruang estetika yang merekam hubungan manusia dengan alam. Melalui instalasi seni, performans tubuh, eksperimen bunyi, dan karya visual berbahan lokal (lumpur, jerami, bambu, air), Festival Sawah mengajak publik merasakan sawah sebagai ruang kontemplasi, perlawanan, dan perayaan kehidupan.

Highlight Acara:
Baca Juga : Intimidasi Digital Hantui Jurnalis di Bulukumba, KAJ Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Pers
- Instalasi Alam: Karya seni organik berbahan alami dari sekitar sawah.
- Performa Tubuh & Bunyi: Gerak tari di pematang sawah, diiringi suara alam dan musik tradisional.
- Diskusi Publik: Dialog tentang ekologi, ketahanan pangan, dan seni bersama petani & seniman.
Baca Juga : Andi Dandi Panjawi, Putra Bulukumba Lolos ke Babak Spektakuler Show Indonesian Idol Season 14
- Permainan Rakyat: Revitalisasi permainan tradisional yang mulai terlupakan.
“Festival ini bukan sekadar pertunjukan, tapi proses membangun kesadaran bahwa pangan, tanah, dan tubuh manusia adalah satu kesatuan. Sawah adalah panggung yang sejak lama dimainkan ritme alam; kami hanya menambahkan intervensi seni untuk membacanya kembali,” ujar Ichdar Yeneng, salah satu penggagas acara.
Digagas oleh KJ Production bersama Alfarabi Squad, festival ini melibatkan petani lokal, seniman, dan relawan muda yang peduli pada isu keberlanjutan dan budaya. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat apresiasi terhadap sawah sebagai ruang hidup yang perlu dilestarikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




